"EPC sudah mulai jalan. Kami harapkan sudah bisa onstream (beroperasi) pada 2012," ujar Presiden Direktur PT Tenaga Listrik Gorontalo (TLG), Sandiaga Uno di sela acara 9th Asia Pasific Mining Conference and Exhibition, Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (14/10/2010).
Sandiaga menjelaskan, untuk mendukung pembangunan pembangkit dengan kapasitas 2x10 MW tersebut, pihaknya sudah mendapat komitmen kredit sebesar US$ 20 juta dari Bank Niaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT TLG sendiri juga telah menandatangani jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) dengan PT PLN (Persero). "Tapi saya lupa berapa angkanya," tambahnya.
Untuk pembangunan pembangkit ini, PT Tenaga Listrik Gorontalo telah menunjuk kontraktor PT Rekadaya Elektrika & Shandong Machinary.
Seperti diketahui, sebenarnya usaha pembangunan pembangkit ini bermula sejak 2004 tapi terus terkendala masalah lahan. Ketika pada Desember 2007 tiang pancang sudah ditegakkan, lahannya masih diduduki masyarakat.
Bahkan, Pemerintah Provinsi Gorontalo turun tangan untuk membantu proses pembebasan lahan tersebut. Awalnya rencana pembangunan PLTU ini dimulai sejak tahun 2008 dan ditargetkan sudah beroperasi mulai 2010 atau pertengahan 2011.
(epi/dnl)











































