Wakil Presiden Boediono menegaskan, Indonesia tidak boleh menutup diri dari dunia internasional atau melakukan proteksionisme dalam melakukan perdagangan antar negara. Indonesia harus bisa meningkatkan interaksi dan ekspor dengan negara lain.
Demikian hal itu diungkapkan Boediono dalam pidatonya di pembukaan Trade Expo 2010 yang ke 25 kali di Kemayoran, Jakarta, Rabu (13/10/2010).
"Indonesia harus aktif mencari peluang dagang. Tujuannya untuk memperluas aktualisasi dan perkembangan bangsa. Tanpa interaksi dengan negara lain maka Indonesia akan tetap kerdil dan tertinggal dari negara lain," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita harus maksimumkan ekspor, ini tujuan utama kita, mencari peluang maksimumkan ekspor dengan sasaran yang jelas," tambahnya.
Ia menyatakan, dengan meningkatnya ekspor, maka secara otomatis akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bertumbuhnya ekonomi Indonesia menjadi sangat penting karena merupakan sumber perbaikan kesejahteraan rakyat.
Menurut Boediono, strategi perdagangan Indonesia saat ini merupakan satu kesatuan utuh dari industri, investasi dan diplomasi. Tiga hal tersebut merupakan satu kesatuan utuh dari stratgei pemerintah untuk memajukan pertumbuhan ekonomi.
Strategi yang menjadi prinsip dasar itu tidak bisa dilakukan oleh satu kementerian atau pelaku usaha saja, tetapi harus dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah secara keseluruhan dan para pelaku usaha.
"Yang membedakan manusia dan binatang itu, manusia mahluk yang berdagang. Mahluk yang berinteraksi dan bertukar barang. Dengan berinteraksi maka manusia mengembangkan dirinya makin luas dan tinggi, sama seperti bangsa dan negara yang berdagang," ujarnya.
(ang/qom)










































