Mentan: Orang Kota Masih Jarang Makan Sagu

Mentan: Orang Kota Masih Jarang Makan Sagu

- detikFinance
Kamis, 14 Okt 2010 14:39 WIB
Bogor - Tingkat konsumsi pangan sagu di wilayah perkotaan relatif sangat sedikit dibandingkan masyarakat pedesaan. Orang kota rata-rata memakan sagu hanya 0,08 kg per kapita pertahun sementara orang desa hingga 0,71 kg per kapita per tahun.

"Hingga tahun 2009 angka konsumsi sagu masyarakat Indonesia masih rendah sekitar 0,41 kg perkapita perkilo. Konsumsi sagu di kawasan perkotaan 0,08 kg per kapita per tahun lebih rendah dibanding pedesaan 0,71 kg per kapita per tahun," kata Menteri Pertanian Suswono, di Bogor, Kamis (14/10/2010).

Suswono menuturkan komoditi sagu jika dibandingkan dengan produk pangan non beras seperti singkong, ubi jalar, kentang, dan jagung, secara rata-rata nasional konsumsi sagu masih sangat rendah. Provinsi Papua memiliki angka yang paling tinggi sebanyak 205 kilokalori per kapita per hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dibandingkan dengan konsumsi terigu, konsumsi sagu semakin tertinggal jauh di mana konsumsi terigu tahun 2009 mencapai 12,88 kg per kapita per tahun di kota, sementara 9,05 kg per kapita per tahun," katanya.

Suswono menambahkan saat ini luas areal sagu Indonesia kurang lebih mencapai 1,128 juta hektar atau mencapai 51,3% dari areal sagu dunia. Sedangkan pemanfaatan masih jauh tertinggal dengan negara-negara tetangga lainnya seperti Malaysia yang hanya memiliki luasan 1,5% dan Thailand 0,2% dari 2,2 juta lahan sagu dunia.

"Tepung sagu sangat potensial sebagai sumber karbohidrat, mengandandung 84,7 g per 100 g bahan. Kadar karbohidrat itu setara dengan dengan tepung beras, singkong, dan kentang," jelasnya.

Menurut Suswono pemanfaatan produk sagu sangat penting terkait diversifikasi pangan di Indonesia. Sejalan dengan kampanye pemerintah menekan konsumsi pangan beras.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads