Pada perdagangan Kamis (14/10/2010), indeks dolar AS yang memperhitungkan dolar AS terhadap sekumpulan mata uang merosot hingga titik terendahnya sepanjang tahun ini.
Sementara harga emas di pasar spot sempat melonjak hingga US$ 1.387,10 per ounce, sebelum akhirnya ditutup naik 0,6% ke level US$ 1.378,80 per ounce. Harga emas tercatat sudah melonjak hingga 25% sepanjang tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga perak juga melonjak ke titik tertingginya dalam 30 tahun, naik hingga US$ 24 per punce.
"Emas mendapat keuntungan dari melemahnya dolar AS. Karena dolar AS merupakan proksi dari harga emas, maka logam diprediksi akan terus naik karena dolar diprediksi terus melemah," ujar Adam Klopfenstein, analis darnior dari Lind-Waldock seperti dikutip dari Reuters, Jumat (15/10/2010).
Dolar AS merosot ke titik terendahnya sepanjang 2010 atas kumpulan mata uang, setelah Singapura membiarkan mata uangnya menguat. Dolar Australia juga tercatat menguat paling tajam ke titik tertingginya atas dolar AS sejak mata uang tersebut dibiarkan mengambang pada tahun 1983.
Investor terus melepas dolar AS karena ekspektasi Bank Sentral AS akan terus mencetak uang untuk kebijakan 'quantitative easing' paling cepat pada bulan depan.
Bank Sentral Singapura kemarin memperluas batasan perdagangan dolar Singapura, sehingga membuat mata uang itu menguat ke titik tertingginya. Singapura bergerak cepat memperketat kebijakan moneternya seiring naiknya inflasi. Kebijakan itu justru berkebalikan dengan AS.
"Singapura sering dianggap sebagai lonceng dari mata uang negara Asia lainnya. Singapura telah membuka jalan bagi kawasan tersebut untuk penguatan mata uang terhadap dolar AS," ujar Firas Askari, analis dari BMO Capital Markets.
(qom/qom)











































