"Benar. Volumenya 1 juta MT per tahun," ujar Direktur Operasi PT Medco Energi Internasional Tbk, Lukman Mahfoed saat dikonfirmasi detikFinance, Jumat (15/10/2010).
Berdasarkan informasi yang diperoleh detikFinance, dalam amended and restated HoA for LNG Sale and Purchase Agreement yang ditandatangani pada hari ini disebutkan, pengiriman LNG sebesar 1 juta MT per tahun itu akan mulai dikirimkan sejak tahun 2014 hingga 2027.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsorsium DS LNG terdiri atas Mitsubishi Corp dengan kepemilikan 51%, PT Pertamina (Persero) 29% dan PT Medco energi Internasional Tbk 20%. Pertamina dan Medco akan memasok gas ke kilang dibangun bersama dengan Mitsubishi.
Gas tersebut akan berasal dari lapangan Senoro dan Matindok. Lapangan Senoro dimiliki oleh PT Pertamina Hulu Energi Tomori Sulawesi dan PT Medco Tomori dengan saham masing-masing 50%. Sedangkan, Matindok dimiliki PT Pertamina EP sebesar 100 persen.
Sebelumnya, Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Migas (BP Migas) telah merekomendasikan agar 300 billion british thermal unit per day (BBTUD) atau 72% gas dari lapangan Senoro dan Matindok untuk diekspor. Sementara sisanya untuk domestik.
Berdasarkan rekomendasi yang diberikannya kepada Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh, BP Migas mengusulkan agar PT PLN (Persero) mendapatkan jatah sebesar 60 BBTUD, PT Panca Amara Utama (PAU) sebesar 55 BBTUD, dan PT Donggi Senoro LNG (DS LNG) sebesar 300 BBTUD dari total produksi lapangan yang berada di Sulawesi Tenggara tersebut sekitar 415 BBTUD.
Konsorsium Donggi Senoro LNG sendiri telah mengantongi tiga calon pembeli gas yang akan dihasilkan dari lapangan Senoro Matindok tersebut. Ketiga calon pembeli tersebut yaitu Kyushu Electric Power Co Inc, Korean Gas Corp (Kogas), dan Chubu Electric Power.
Chubu telah memiliki kontrak pembelian 1 juta Metric Ton per tahun selama 15 tahun, sementara Kyushu dan Kogas akan menyerap LNG yang sebelumnya akan dibeli Kansai sebanyak 1 juta metric ton per tahun.
(epi/dnl)










































