"Dalam konteks masalah kelaparan, secara makro Indonesia sudah selesai, tetapi ada kantong-kantong daerah rawan pangan dan kasus rawan pangan," kata Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi di kantornya, Jumat (15/10/2010).
Menurut Bayu, hal ini setidaknya dapat dilihat dari tingkat ketersedian pangan selama 5 tahun terakhir dimana ketersedian pangan totak per kapita di Indonesia meningkat 0,4% per tahun. Selain itu, konsumsi pangan per kelompok makanan juga meningkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Bayu, berdasarkan sumber organisasi pangan dunia atau FAO tahun 2009, kondisi kurang asupan pangan atau under nourishment masyarakat dunia pada tahun 2005-2007 mencapai 13% sementara Indonesia 13% atau mengalami penurunan dari periode 2000-2002 yang sempat mencapai 15% dari jumlah penduduk.
"Under nourishment itu yang konsumsinya kurang dari 1800 kilokalori per orang per hari," katanya.
Bayu menambahkan jika ada masyarakat yang mengkonsumsi dibawah 1400 kilokalori per orang per hari maka ini bisa masuk dalam katagori sangat rawan pangan. Biasanya ditandai ciri-ciri sangat lemas dan individunya memiliki ciri perut gendut seperti busung lapar.
Sementara jika ada masyarakat yang tingkat asupan pangannya hanya 1.400-1.800 kilokalori, biasanya dicirikan kurang produktif, kurang cerdas dan sering mengalami sakit.
"Kalau diatas 1.800 itu aman," jelasnya.
Sementara dari sisi tingkat konsumsi per kelompok pangan misalnya untuk padi-padian pada tahun 2000-2002 mencapai 489 gr per kapita perhari sementara 2005-2007 sebanyak 483 gr per kapita per hari. Sementara untuk daging mengalami kenaikan dari 25 gr per kepita per hari pada tahun 2000-2002, sementara periode 2005-2007 menjadi 30 gr per kapita per hari.
Besok tanggal 16 Oktober 2010 merupakan hari pangan sedunia yang mengambil tema bersatu melawan kelaparan. Sementara di Indonesia akan diperingati pada tanggal 19 Oktober 2010 di Lombok NTB, dengan mengambil tema kemandirian pangan memerangi kelaparan.
"Kita ingin NTB jadi model penanganan rawan pangan," katanya. (hen/qom)










































