Ranking WEF Meningkat, RI Siap Masuki Innovation Drive

Menristek:

Ranking WEF Meningkat, RI Siap Masuki Innovation Drive

- detikFinance
Sabtu, 16 Okt 2010 14:04 WIB
Ranking WEF Meningkat, RI Siap Masuki Innovation Drive
Palembang - World Economic Forum (WEF) mencatat Indeks Daya Saing Global Indonesia terus mengalami peningkatan cukup tajam, yakni di ranking ke-44 (2010) dari sebelumnya ranking ke-54 (2009).

Hal itu disampaikan Menristek Suharna Surapranata pada peluncuran Sistem Inovasi Daerah (SIDa) di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (14/10/2010).

"Kenaikan cukup tajam tahun ini dikarenakan kondisi ekonomi makro dan aspek pendidikan dasar Indonesia semakin membaik," ujar Menristek, seperti disampaikan melalui Tenaga Ahli Menristek Bidang Media, Ahmad Muarif kepada detikfinance.

Menurut Menristek amandemen UUD 1945, yang mengamanahkan 20% dari APBN untuk keperluan pendidikan, telah menjadi kebijakan fundamental untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan menuju knowledge based society (masyarakat berbasis pengetahuan, red) di Indonesia.

Hanya saja, lanjut Menristek, untuk meningkatkan daya saing ekonomi lebih lanjut, maka aspek penguasaan Iptek terutama pada sektor industri perlu terus ditingkatkan. Sebelumnya Menristek memaparkan bahwa berdasarkan hasil Sensus 2010, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini di atas 6% dengan pendapatan rata-rata US$3000 per kapita.

Karena itu menurut klasifikasi WEF, Indonesia sudah termasuk kategori negara transisi dari negara factor-driven (negara yang perekonomiannya digerakkan oleh faktor paling dasar seperti sumber daya alam dan buruh) dan sedang memasuki kategori efficiency-driven (berbasis pada proses produksi yang efisien).

"Kita berharap akan mampu terus maju hingga masuk kategori negara yang ekonominya berbasis innovation-driven, yaitu ekonomi yang dibangun atas dasar Iptek yang bernilai tambah tinggi," papar Suharna.

Laporan WEF itu juga menunjukkan bahwa ranking Indonesia untuk aspek kesiapan teknologi, yang merupakan indikator dari penguasaan teknologi di sektor industri, masih sangat rendah yaitu berada di posisi 91, terutama disebabkan rendanya pemanfaatan ICT.

Indikator Inovasi

Sementara itu, indikator inovasi Indonesia menunjukkan ranking yang cukup tinggi dan terus naik, dari ranking 47 tahun 2008, melonjak ke ranking 39 tahun 2009 dan terus naik ke rangking 36 pada tahun ini.

Indikator inovasi ini menunjukkan kemampuan litbang untuk mengembangkan teknologi. Fakta ini menunjukkan Indonesia sebenarnya negara yang mempunyai kemampuan inovasi cukup tinggi, tetapi pemanfaatan hasil-hasil inovasi atau hasil-hasil litbang untuk membantu produksi di industri masih terbatas.

"Yang menjadi tantangan bagi kita adalah bagaimana menjembatani kemampuan inovasi yang tinggi di satu sisi dengan upaya pemanfaatannya di sisi lain, terutama untuk meningkatkan produktivitas industri nasional," papar Menristek.

Menurut Menristek, kolaborasi harmonis antara litbang dan para pelaku industri untuk pengembangan produk-produk kompetitif bernilai tambah tinggi yang berbasis iptek, menjadi kunci peningkatan daya saing perekonomian nasional lebih lanjut.

"Untuk itu maka kita perlu meningkatkan interaksi antara lembaga penelitian dan perguruan tinggi sebagai pengembang teknologi dengan industri sebagai pengguna teknologi," tegas Menristek.

Lanjut Menristek, tugas dan kewajiban pemerintah pusat maupun daerah, adalah memberikan fasilitas, insentif serta membuat kebijakan yang kondusif demi terciptanya interaksi kuat dan kolaborasi harmonis tersebut.

"Kita perlu membangun apa yang disebut "panggung inovasi", yang menjadi tempat interaksi aktor-aktor inovasi dalam suasana kondusif untuk penciptaan nilai berbasis pengetahuan," demikian Menristek.

(es/es)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads