Hal itu disampaikan Dirjen Food and Agriculture Organization (FAO) Jacques Diouf dalam sambutannya pada peringatan Hari Pangan Dunia ke-30 di Kantor Pusat FAO, Roma, Italia (15/10/2010).
Salah satu persoalan meningkatnya jumlah penduduk lapar dunia sebagaimana dikemukakan Dirjen FAO adalah terjadinya tren negatif jangka panjang terhadap bantuan pembangunan di sektor pertanian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, menurut FAO negara-negara berpendapatan rendah yang mengalami defisit pangan hendaknya mampu meningkatkan anggaran pembangunan pertaniannya dari rata-rata sekarang 5% menjadi paling sedikit 10% dari keseluruhan anggaran pembangunannya.
Peringatan Hari Pangan Dunia di Roma tersebut menampilkan presiden Rwanda, Paul Kagame, sebagai pembicara utama.
Dalam pidatonya Presiden Kagame mengingatkan beberapa hal untuk menyelesaikan kelaparan dunia, antara lain agar bantuan-bantuan yang dijanjikan pada berbagai pertemuan tingkat dunia agar betul-betul direalisasikan.
Selain itu perlu ada political will (kemauan politik, red) dari pimpinan dunia untuk merealisasikan janji-janji tersebut.
Acara peringatan dimeriahkan dengan penampilan Goodwill Ambassador FAO Anggun C. Sasmi, penyanyi Indonesia yang mendunia dengan menyanyikan sebuah lagu hitnya, Snow on the Sahara. Juga hadir beberapa Goodwill Ambassador FAO lainnya, salah satunya Gina Lolobrigida.
Pada kesempatan tersebut FAO juga memberikan penghargaan the Agrocola Medal (post-humous) kepada mendiang Dr. Norman Borlaug, yang merupakan bapak revolusi hijau dunia.
(es/es)











































