Pemerintah telah melakukan persiapan untuk melakukan impor beras untuk meningkatkan cadangan beras di 2011. Pasalnya, cuaca ekstrim menjadi pemicu utama dilakukannya impor beras.
"Kita tidak akan mengambil risiko jika terjadi musim ekstrim seperti yang sekarang ini terjadi. Kita harus meningkatkan cadangan kita. Tidak ada masalah (untuk impor)," jelas Menko Perekonomian Hatta Rajasa di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (18/10/2010)
Mengenai waktu eksekusinya, Hatta menyerahkan tugas sepenuhnya kepada Perum Badan Urusan Logistik (Bulog). Intinya, sambung Hatta, Bulog harus memiliki stok minimum yang tidak boleh kurang antara 1,5-2 2 juta ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Hatta mengatakan, peningkatan cadangan beras tersebut merupakan tindakan antisipasi jika nantinya ada iklim ekstrim. "Sehingga kita tidak kelabakan, cadangan kita harus ada.Caranya bisa kita titipi di luar dengan kerjasama G to G, bisa juga dengan Vietnam 1 juta ton, dan Thailand 1 juta ton (impor)," tuturnya.
Namun hal tersebut, sambung Hatta masih harus dibicarakan lagi lebih jauh bersama dengan Bulog. "Pada intinya saya katakan tidak boleh ada stok di Bulog itu kurang karena rakyat kita sekitar 230 juta dan saya tidak ingin mengambil risiko," jelas Hatta. (dru/ang)











































