Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (18/10/2010).
"Kita tidak akan membuat (Jembatan Selat Malaka) sesuai dengan yang dikatakan Presiden SBY," ujar Hatta
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pemerintah saat ini tengah fokus untuk membangun jembatan Selat Sunda yang menghubungkan pulau Sumatera dengan pulau Jawa.
"Kita tidak akan bangun jembatan ke Selat Malaka sebelum Jembatan Selat Sunda jadi," tegas Hatta.
Sebelumnya, rencana pembangunan jembatan yang membelah Selat Malaka, menghubungkan Pulau Rupat, Indonesia, dengan Teluk Gong, Malaysia, ternyata direspon dengan lebih proaktif oleh pihak Malaysia. Bahkan, Negeri Jiran itu sudah membuat perusahaan khusus untuk membangun jembatan tersebut, bernama PT Malaka Straits Corporation.
Gubernur Riau Rusli Zainal mengatakan memang Presiden SBY belum memberikan respon terkait rencana tersebut. Menurutnya, estimasi pembangunan jembatan ini masih dihitung oleh pemerintah. Namun kisarannya sekitar US$ 11 miliar.
Dengan estimasi dana sebanyak itu, diperlukan bantuan dari pihak swasta agar bisa terkumpul seluruhnya. Pihak Malaysia, menurut Rusli, sudah mengantisipasi hal ini dengan menawarkan proyek tersebut kepada investor dari beberapa negera, seperti China.
Jembatan ini tidak menjadi prioritas karena pemerintah Indonesia masih akan berkonsentrasi kepada pembangunan Jembatan Selat Sunda terlebih dahulu. Maka dari itu, jembatan yang akan menghubungkan Indonesia dan Malaysia secara langsung ini baru akan dibangun jika Jembatan Selat Sunda sudah rampung.
Ia berharap, dengan adanya jembatan yang menghubungkan Indonesia dan Malaysia secara langsung itu maka kerjasama kedua negara itu akan semakin baik. Kesejahteraan masyarakat pun diperkirakan meningkat dengan hal ini.
Pemerintah provinsi Riau juga berniat membangun kawasan wisata dan infrastruktur penunjang lainnya di Pulau Rupat sebagai pulau terluar di Riau yang menjadi penghubung jembatan Selat Malaka tersebut.
Semua jalan itu merupakan satu kesatuan menjadi jembatan yang menembus Selat Malaka serta menghubungkan Indonesia dan Malaysia secara langsung.
(dru/dnl)










































