Holding BUMN Perkebunan Rampung Akhir Tahun 2010

Holding BUMN Perkebunan Rampung Akhir Tahun 2010

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance
Senin, 18 Okt 2010 13:41 WIB
Holding BUMN Perkebunan Rampung Akhir Tahun 2010
Jakarta -

Holding company alias induk usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perkebunan ditargetkan rampung akhir tahun ini. Perusahaan ini akan menjadi perusahaan perkebunan terbesar di dunia.

Menurut Menteri BUMM Mustafa Abubakar, pada akhir pekan lalu telah terjadi kesepakatan dari 15 perusahaan perkebunan yang terdiri dari 14 PT Perkebunan Nusantara dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) untuk bersatu dalam sebuah holding company.

Holding company ini disebut investment holding. Nanti di sana ada enam direktur yaitu Direktur Utama, Direktur Keuangan, Direktur Investasi, Direktur pemasaran dan Direktur HRD,” ujar Mustafa dalam konferensi pers  di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (18/10/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di bawah holding company tersebut, lanjut dia, akan ada empat perusahaan yang bergerak sesuai dengan komoditasnya yaitu sawit, gula, karet dan aneka tanaman.

“Di situ akan ada direktur utama, direktur operasi dan direktur umum,” ungkapnya. Mustafa berharap pembentukan holding perkebunan ini akan selesai pada tahun ini juga.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Usaha Industri Primer, Kementerian BUMN Megananda Daryono menambahkan, dengan digabungkannya 15 perusahaan perkebunan tersebut dalam satu holding maka perusahaan ini akan menjadi perusahaan  terbesar di dunia.

“Holding perkebunan ini hanya berfungsi sebagai investment holding. Misalnya PTPN XIV itu kan satunya yang rugi sehingga dia tidak bankable. Jadi nanti dengan adanya holding tersebut maka PTPN XIV akan mendapat kucuran kredit yang diperoleh dari pinjaman yang dilakukan holding,” ungkapnya.

(epi/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads