Demikian disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar usai acara Nielsen Consumer 360 Conference di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, SCBD, Jakarta, Selasa (19/10/2010).
"Hasil TEI kemarin, kita berhasil mendapat tingkat yang lebih baik dibandingkan tahun lalu, sekitar US$ 369 juta," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahendra menjelaskan, TEI tahun ini banyak produk yang telah berinovasi, baik dari sisi kreativitas, ataupun produk yang berkelanjutan. "Sudah banyak produk yang berkelanjutan. Sustainable good yang beberapa tanpa bahan pengawet. Ada produk ban yang ramah lingkungan, Eco Tire. Saya jauh terkesan dengan hal ini, ketimbang dolar (AS) naik, meskipun itu juga penting," jelasnya.
Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu sebelumnya mengatakan TEI 2010 terdapat 3000 pembeli yang terdaftar dan 30 delegasi dari luar. Dan di tahun ini, transaksi TEI 2010 ditargetkan US$ 300 juta. Ini berarti transaksi telah menebus rekor terbaru.
Gelaran TEI kali ini agak sedikit berbeda karena pada saat yang bersamaan akan juga digelar Pameran Pangan Nusa yang sebelumnya dilakukan terpisah. Mari menambahkan, TEI sangat penting sebagai salah satu cara meningkatkan perluasan pasar non tradisional bagi produk ekspor Indonesia. Selama ini pasar tradisional produk ekspor Indonesia lebih pada negara-negara Eropa, AS, dan Jepang.
(wep/dnl)










































