"Kita mesti bercermin dari China yang sudah menyiapkan strategi yang jitu guna mengantisipasi ledakan penduduknya, mulai dari penyedian pangan, energi, lahan pemukiman, dan ancaman kerusakan lingkungan," kata Ketua Ikatan Perstatistikan Indonesia (ISI) Khairil Anwar Notodiputro dalam acara seminar Dimensi Penduduk dan Pembangunan Berkelanjutan, di Hotel Red Top, Jakarta, Selasa (19/10/2010).
Hasil sensus penduduk 2010 mencatat jumlah penduduk Indonesia mencapai 237,6 juta jiwa atau mencatat pertumbuhan 1,49% per tahun selama kurun waktu 2000-2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khairil menambahkan perlu ada antisipasi dan kebijakan jangka panjang dalam mengatasi masalah kependudukan, seperti yang telah dilakukan China. Misalnya dalam menyiapkan produktivitas potensi lahan produktif pangan untuk konsumsi pangan penduduk dengan proyeksi 20-50 tahun kedepan.
Selain itu, harus ada penyiapan proyeksi kebutuhan energi dan kapasitas produksi untuk proyeksi selama kurun waktu hingga 50 tahun kedepan. Bahkan daya dukung sumberdaya lahan dalam menampung penduduk terkait masalah lingkungan.
Beberapa yang harus diantisipasi lainnya antara lain ancaman konflik sosial, ancaman konflik politik, termasuk ancaman ekspansi dan penguasaan wilayah oleh negara lain.
"Angka 237,6 juta jiwa bukanlah sekedar pertambahan penduduk yang dipandang sebelah mata. Angka 237,6 juta jiwa bisa berubah jadi bencana yang mengerikan," katanya.
Ia mengutarakan dalam masalah pangan, jika kebutuhan pangan tak tercukupi maka jumlah penduduk 237,6 juta jiwa bisa melahirkan bencana kelaparan. Bahkan untuk soal energi yang tak bisa dipenuhi akan mengancam pasokan listrik, kurangnya pasokan pupuk karena tak adanya gas dan lain-lain.
"Bila negara tak mampu menyediakan infrastruktur kesehatan yang memadai untuk 237,6 juta jiwa maka ancaman berbagai penyakit medis akan siap menyerang rakyat," katanya.
Seperti diketahui pertumbuhan penduduk Indonesia per sepuluh tahun terus naik cukup signifikan pada tahun 1961 tercatat 97,1 juta jiwa, tahun 1971 mencapai 119,2 juta, tahun 1980 mencapai 145,9 juta, tahun 1990 mencapai 178,6 juta, tahun 2000 mencapai 205,1 juta dan tahun 2010 mencapai 237,6 juta.
Pada tahun 2009 China masih menempati negara terbanyak penduduknya mencapai 1,34 miliar jiwa, disusul India 1,19 miliar jiwa, lalu AS sebayak 315 juta jiwa dan posisi keempat Indonesia sebanyak 231 juta jiwa.
Tahun 2050 diproyeksikan jumlah penduduk China hanya 1,41 miliar jiwa atau dibawah India yang menempati posisi teratas yaitu 1,61 miliar jiwa sementara Indonesia diproyeksikan mencapai 288 juta jiwa atau menempati urutan ke-6 dunia.
(hen/qom)










































