PLN Bangun PLTG 240 MW di Senoro

PLN Bangun PLTG 240 MW di Senoro

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance
Selasa, 19 Okt 2010 14:32 WIB
PLN Bangun PLTG 240 MW di Senoro
Jakarta - PT PLN (Persero) akan membangun pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) dengan kapasitas 240 Megawatt (MW) di dekat lapangan gas Senoro, Sulawesi Tengah. Proyek ini masuk dalam program percepatan pembangunan pembangkit 10.000 MW tahap II.

“Kami akan bangun pembangkit 240 MW di sekitar itu,” ujar Direktur Perencanaan dan Teknologi, Nasri Sebayang saat ditemui di sela acara pembukaan Knowledge Norm Innovation Festival & Exhibition 2010 di Kantor Pusat PLN, Jalan Trujoyo, Jakarta, Selasa (19/10/2010).

Meskipun BP Migas sudah merekomendasikan pemerintah agar PLN mendapatkan jatah sebesar 60 BBTUD, namun Nasri menegaskan, realisasi pembangunan pembangkit tersebut tergantung pada persetujuan pemerintah soal alokasi gas yang akan diberikan ke PLN.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Semuanya tunggu pemerintah karena gasnya juga baru muncul 2014,” ungkapnya. Terkait dengan proyek 10.000 MW tahap II, Nasri sendiri optimis seluruh proyek tersebut bisa rampung pada tahun 2014.

“Kami optimis. Nanti pada tahun 2012 yang masuk memang masih di bawah 10%. Tapi pada 2013 sampai 2014 semuanya akan mulai beroperasi,” paparnya.

Saat ini, PLN sudah menggelar tender untuk sebagian proyek pembangkit skala kecil yang masuk dalam program dengan total kapasitas 10.153 MW tersebut.

“Paling nanti yang akan selesai terakhir adalah pembangkit yang menggunakan EBT (energi baru terbarukan). Penyelesaian EBT itu kan butuh waktu lama karena harus disesuaikan dengan kondisi alam,” tambahnya.

Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan 93 lokasi pembangunan pembangkit dalam proyek 10.000 Megawatt (MW) tahap II.  Hal ini tercantum dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No.02 tahun 2010 mengenai Daftar Proyek-Proyek Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Yang menggunakan Energi Terbarukan, Batubara, dan Gas serta Transmisi Terkait.

Dalam Permen itu disebutkan  komposisi energi primer untuk pembangkit tenaga listrik yang akan dikembangkan hingga tahun 2014 adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) sebanyak 39 persen di 44 lokasi, Pembangkit Listrik Tenaga Air 12 persen di 3 lokasi, Pembangkit Listrik Tenaga Uap 33 persen di 42 lokasi, dan gas 16 persen di 4 lokasi.

Adapun total estimasi kapasitas pembangkit tenaga listrik yang akan dikembangkan sebesar 10.153 MW yang terdiri 5.770 MW (57%) berlokasi di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali) dan sebesar 4.383 MW (43%) di luar sistem Jamali.

Sementara untuk transmisi terkait percepatan pemmbangunan pembangkit yang direncanakan akan dibangun adalah untuk transmisi tegangan 500 kV, 275 kV, 150 kV, dan 70 kV dengan total estimasi panjangan jaringan sebesar 3.490 kms, yang terdiri atas 816 kms (23%) dibangun pada sistem Jamali dan sepanjang 2.674 kms (77%) dibangun di Jamali.

Adapun dana yang dibutuhkan untuk pembangunan pembangkit dan transmisi sekitar US$ 16,343 miliar. Dari jumlah tersebut, untuk pembangkit sebesar US$ 15,96 miliar dan transmisi US$ 383 juta.

Pendanaan pembangunan pembangkit dan transmisi tersebut akan berasal dari APBN, anggaran internal PLN dan sumber dana yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan.

(epi/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads