RI Bidik Ekspor Mi Instan US$ 200 Juta di 2010

RI Bidik Ekspor Mi Instan US$ 200 Juta di 2010

- detikFinance
Selasa, 19 Okt 2010 17:53 WIB
Jakarta - Nilai ekspor mi instan Indonesia di tahun 2010 ini ditargetkan akan mencapai US$ 200 juta. Negara tujuan utama ekspor mi instan Indonesia adalah Malaysia, karena banyaknya TKI di negara tersebut.

Demikian disampaikan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Deddy Saleh di Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto Jakarta, Rabu (19/8/2010).

Deddy menyampaikan, dari US$ 200 juta nilai perdagangan olahan gandum ini, Taiwan menempati posisi 14 dari sisi penetrasi pasar. Negara tujuan ekspor utama Indonesia tetap Malaysia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya di Malaysia, TKI-nya paling banyak. Di Taiwan TKI jumlahnya 150 ribu. Dan hingga Juli perdagangan mie instan ke Taiwan hanya US$ 1 juta," paparnya.

Deddy menambahkan, kasus yang menimpa produk mi instan Indomie, milik PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sudah ditangani Kemendag secara langsung. Pihaknya pun meminta agar otoritas Taiwan menghormati etika perdagangan internasional.

"Sebelum dipublikasikan ke media sebaiknya mereka hubungi otoritas negara yang bersangkutan. Ini untuk memenuhi etika perdagangan," tuturnya.

Pemerintah pun mengaku telah memberi tugas bagi seluruh Duta Besar (Dubes) di berbagai negara untuk aktif menyuarakan fakta tentang produk mi instan Indonesia. Seluruh produk mi instan asal Indonesia telah disesuaikan dengan standar internasional dan tidak ada pelanggaran di dalamnya.

"Kita kumpulkan duta besar untuk aktif mendekati otoritas yang ada di sana. Walaupun standar beda tapi tetap aman. Alhamdulillah beberapa negara menyatakan produk Indomie aman," imbuhnya.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads