Demikian disampaikan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Deddy Saleh di Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto Jakarta, Rabu (19/8/2010).
Deddy menyampaikan, dari US$ 200 juta nilai perdagangan olahan gandum ini, Taiwan menempati posisi 14 dari sisi penetrasi pasar. Negara tujuan ekspor utama Indonesia tetap Malaysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deddy menambahkan, kasus yang menimpa produk mi instan Indomie, milik PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sudah ditangani Kemendag secara langsung. Pihaknya pun meminta agar otoritas Taiwan menghormati etika perdagangan internasional.
"Sebelum dipublikasikan ke media sebaiknya mereka hubungi otoritas negara yang bersangkutan. Ini untuk memenuhi etika perdagangan," tuturnya.
Pemerintah pun mengaku telah memberi tugas bagi seluruh Duta Besar (Dubes) di berbagai negara untuk aktif menyuarakan fakta tentang produk mi instan Indonesia. Seluruh produk mi instan asal Indonesia telah disesuaikan dengan standar internasional dan tidak ada pelanggaran di dalamnya.
"Kita kumpulkan duta besar untuk aktif mendekati otoritas yang ada di sana. Walaupun standar beda tapi tetap aman. Alhamdulillah beberapa negara menyatakan produk Indomie aman," imbuhnya.
(wep/dnl)










































