Penandatangan kesepakatan dilakukan pada acara The 4th Indonesia-China Energy Forum di Kota Nanning, Provinsi Guangxi, China. Forum tersebut diselenggarakan berbarengan dengan China-ASEAN Expo ke-7 di kota yang sama.
"Tadi ada 3 kesepaktaan yang sudah kita tandatangani," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar dalam jumpa pers mendampingi Wakil Presiden Boediono di Liyuan Resort, Nanning, China, Selasa (19/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, adalah pembangunan industri mangan di Indonesia bagian timur, khususnya Kupang, NTT. Pembangunan industri mangan tersebut diharapkan dapat menunjang industri semen wilaya tersebut.
"Ketiga kesepakatan migas yang belum saya ketahui lokasinya, tapi ketiga bidang ini keterwakilan," kata Mustafa yang ikut kunjungan Wapres ke China menggantikan Menteri ESDM Darwin Saleh.
Menyangkut industri di bidang kelistrikan, Musthafa mengatakan, Indonesia sudah menikmati percepatan penanggulangan kesulitan listrik sejak kuartal terakhir
berkat bantuan China. Peran China cukup signifikan dalam hal penyediaan alat-alat listrik semisal trafo. Mereka banyak memenangkan tender dari beberapa pesaing utama seperti Jerman, Jerman, dan AS.
"Ini perkembangan yang baik karena kita punya pilihan, alternatif, sepanjang kualitas pemenuhan syarat dan harga bersaing tentu kita buka peluang sebanyak-banyaknya," katanya.
Mustafa menuturkan, Provinsi Guangxi, khususnya kota Nanning dahulunya dikenal sebagai daerah di China yang paling miskin di China. Perekonomian di kota ini perlahan-lahan terangkat dengan adanya pengusaha Indonesia yang berinvestasi seperti Sinarmas dan Gadjah Tunggal.
"Nah, sekarang kita minta pengusaha China berarus balik di Indonesia untuk memperkuat ekonomi kita masing-masing," ajak Mustafa.
(irw/dnl)











































