Ganti Mesin di 250 Pabrik Tekstil, Menperin Dekati China

Ganti Mesin di 250 Pabrik Tekstil, Menperin Dekati China

- detikFinance
Selasa, 19 Okt 2010 20:05 WIB
Jakarta - Menteri Perindustrian MS Hidayat mengaku sedang merintis kerjasama dengan China untuk merestrukturisasi mesin-mesin tekstil di Indonesia yang sudah tua. Saat ini, sebanyak 250 pabrik tekstil membutuhkan pembaruan mesin.

"Khususnya industri yang buat mesin tekstil, mesin-mesin tekstil kita sudah tua di atas 25 tahun, sehingga tidak kompetitif lagi, dan ada program untuk restrukturisasi untuk memperbarui mesin-mesin tekstil itu. Lebih dari 250 pabrik tekstil yang harus direstrukturisasi," papar Hidayat.

Hal itu dikatakan dia saat mendampingi Wakil Presiden Boediono jumpa pers mengenai kunjungan kerjanya ke China 18-20 Oktober di Liyuan Resort, Kota Nanning, Provinsi Guangxi, China, Selasa (19/10/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi saya ingin merelokasi mereka masuk ke Indonesia, joint ke indonesia untuk memperbarui mesin-mesin di Indonesia," lanjut dia.

Menurut mantan Ketua Umum Kadin tersebut, Indonesia saat ini memang memerlukan kerjasama industri barang-barang modal. Selama ini, neraca perdagangan Indonesia cenderung defisit karena banyaknya impor barang-barang jadi seperti tekstil.

"Saya sedang dalam proses bernegosisasi dengan mereka, sedang bicara bebeberapa hal fasilitas pemerintah Indonesia biar disiapkan dan segala macam, karena mereka juga membandingkan dengan Vietnam dan negara ASEAN lain," tuturnya.

Kerjasama Industri Baja

Selain itu, Hidayat menambahkan, kunjungan pemerintah ke China ini juga dimanfaatkan untuk menjajaki kerjasama dengan China supaya industri baja di kedua negara bisa dikawinkan.

Saat ini, sudah ada 2 perusahaan baja di China yang didekati pemerintah. Salah satunya adalah perusahan baja terbesar di Provinsi Hainan, BAO Steel.

"Nanti kami harapkan dalam waktu dekat dapat merealisisr, karena di Indonesia sektor baja mengalami kekurangan, kita banyak sekali mengimpor. Industri kita membutuhkan bahan baku baja itu besar," cetusnya.
(irw/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads