"Secara jangka panjang akhir tahun 2013 kalau bisa ada 1.000 pulau di Indonesia timur yang semuanya tenaga matahari," kata Dahlan Iskan saat mendampingi Wakil Presiden Boediono jumpa pers mengenai kunjungan kerjanya ke China di Liyuan Resort, Kota Nanning, Provinsi Guangxi, China, Selasa (19/10/2010).
Menurut Dahlan, sebagai tahap awal, ia akan menbangun pembangkit listrik tenaga surya di 5 pulau besar terlebih dahulu. Pulau-pulau tersebut dipilih karena terkenal di seluruh dunia, yaitu Bunaken, Wakatobi, Belawan, Gili Terawangan, dan Raja Ampat. Akhir Desember mendatang, kelima pulau tersebut sudah bercahaya listrik dari tenaga matahari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, bila pembangunan PLTS di kelima pulau tersebut sudah sukses, Dahlan akan melangkah ke tahap selanjutnya. Ia akan menjadikan satu kabupaten di Indonesia Timur 100 persen listriknya menggunakan tenaga matahari.
"Itu kabupaten Sitaro, kabupaten pertama di Indonesia yang tenaga listriknya 100 persen dari matahari, setelah itu akan kita kopi ke kabupaten lain di Indonesia Timur," urainya.
Dahlan mengatakan, semua keinginannya tadi ia ceritakan kepada peserta Indonesia-China Energi Forum, yang berlangsung sebelum jumpa pers. Harapannya, akan ada investor China yang akan menggelontorkan dananya untuk proyek tersebut.
"Di energi forum tadi PLN ceritakan apa saja peluang yang ada di Indonesia, semua kami ceritakan. Baik mengenai baik program 10 ribu megawatt tahap kedua maupun peluang lain yang ada dalam keppres itu, misalnya tenaga matahari di mana PLN punya program khusus untuk Indonesia Timur itu," lanjut dia.
Mengapa dipilih Indonesia Timur? Dahlan mengatakan, sinar matahari di Indonesia Timur lebih bagus dibanding Indonesia bagian Barat. Karenanya, daripada membangun pembangkit dengan BBM di kawasan tersebut, lebih baik memakai cahaya matahari.
Dan itu memerlukan peluang besar bagi RRC karena produksi tenaga matahari di RRC ini sangat baik baik sekali. Tapi tetap harus melalui tender terbuka. Peluang RRC dan yang lain sama, sehingga kita adu mana yang lebih baik," tandasnya.
(irw/dnl)










































