Anomali Iklim Ganggu Produksi Ayam

Anomali Iklim Ganggu Produksi Ayam

- detikFinance
Rabu, 20 Okt 2010 10:02 WIB
Jakarta - Masalah anomali iklim saat ini bukan hanya berdampak pada sektor pertanian, namun sektor peternakan khususnya peternakan ayam pun turut kena imbasnya.

Produksi DOC (Day Old Chick) atau  anak ayam umur sehari saat ini mulai terganggu  jumlah produksinya. Hal ini karena adanya kemungkinan indukan ayam banyak mengalami stres, yang berdampak pada kesehatan ayam sehingga produksi telur berkurang jumlahnya.
 
"Akibatnya suplai DOC cenderung turun sekitar 15-20%, sedangkan permintaan pasar untuk ayam broiler masih cukup kuat," kata Ketua Forum Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI) Don P. Utoyo kepada detikFinance, Rabu (20/10/2010).

Utoyo mengungkapkan, meski anomali iklim berpengaruh pada produksi DOC, namun ia memastikan hal itu tidak mengganggu kualitas DOC. Para peternak sudah memiliki SOP untuk menentukan  kualitas telur yang boleh ditetaskan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga menuturkan merosotnya produksi ayam DOC atau ayam bakalan ini ternyata dibarengi dengan permintaan pasar yang sangat tinggi. Saat ini, kata dia, banyak masyarakat yang melangsungkan hajatan (pesta) seperti pernikahan, pilkada, bahkan acara selamatan musim haji sampai awal Desember 2010 turut mendongkrak permintaan.

FMPI mencatat harga ayam hidup eks farm Rp 16.000-16500 per Kg, sementara harga daging broiler (karkas) Rp 27.000-29.000 per Kg. Untuk harga telur ayam ras di tingkat distributor Rp 13500-14000 per Kg dan harga telur eks farm Rp 12500-13000 per Kg.

(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads