"Forumnya tadi membahas yang teknis, bahwa kebijakan Indonesia betul-betul menjaga kesehatan dan kondisi pasar daging (sapi) di dalam negeri dan pedoman internasional," kata Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar di gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/10/2010).
Mahendra menjelaskan pertemuannya dengan Wakil Menteri Menteri Perkembangan, Industri dan Perdagangan Luar Negeri Brasil Ivan Ramalho masih membahas secara umum soal kerjasama perdagangan kedua negara. Masalah ditutupnya impor daging asal Brasil dibahas namun belum ada kesepakatan yang nyata dari pertemuan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memamahi keinginan Brasil tersebut, karena ternyata kedua negara memiliki strategi yang sama dalam membaca pasar ekspor pasca krisis. Kedua negara sama-sama mengincar pasar Asia, dari kacamata Brazil, pasar Indonesia menjadi salah satu hal yang penting.
Mahendra menuturkan pada pertemuan itu juga pihak Indonesia menyampaikan permasalahan, terkait kondisi produk-produk Indonesia yang mengalami kendala saat memasuki pasar Brasil.
Hari ini pemerintah Brasil dalam acara Brazil's Trademission melalui Wakil Menteri Perkembangan, Industri dan Perdagangan Luar Negeri Brasil Ivan Ramalho meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk melonggarkan aturan impor Sapi dari negeri mereka.
Hingga saat ini Indonesia belum mengizinkan Brasil untuk mengekspor daging ke Indonesia karena Indonesia menilai negara Brasil belum terlepas dari penyakit mulut dan kaki (PMK).
(hen/qom)











































