Kemiskinan Turun 0,8%, Pemerintah Anggap Luar Biasa

Kemiskinan Turun 0,8%, Pemerintah Anggap Luar Biasa

- detikFinance
Rabu, 20 Okt 2010 15:24 WIB
Jakarta - Turunnya tingkat kemiskinan penduduk Indonesia sebesar 0,8% selama setahun pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II (KIB II), dinilai pemerintah sebagai suatu hal yang luar biasa.

Hal ini disampaikan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida S. Alisjabana dalam jumpa pers kinerja satu tahun KIB II di kantornya, Menteng, Jakarta, Rabu (20/10/2010).

"Tingkat kemiskinan Februari 2009 sebesar 14,15% dan sampai Maret 2010 sebesar 13,3%. Pengurangan 0,8% dalam satu tahun terakhir," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tiap negara jika per tahunnya bisa menurunkan kemiskinan 0,1% itu oke. Kalau turun 0,1-0,3% itu lebih baik, turun 0,3-0,5% itu baik, lebih dari 0,5% itu luar biasa. Kita paling tidak sudah 0,8%," tegas Armida.

Ia menambahkan, Bappenas menargetkan tingkat kemiskinan penduduk Indonesia akan berada di level 13,5% pada 2011.

"Saat saya berbincang dengan Presiden SBY, beliau kasih buku Poverty in US. Di sana disebutkan 1 dari 8 orang dari penduduk AS adalah poor atau near poor. Berarti kan 12,5% (tingkat kemisikinan AS)," tambahnya.

Dari target pertumbuhan ekonomi 6,4% sampai akhir tahun 2010, pemerintah yakin setidaknya pertumbuhan ekonomi bisa mencapai level 6%.

"Kita harapkan bisa lebih tinggi lagi dari 6% untuk mencapai target. Realisasi per hari ini year on year sudah 6,22%. Sementara year to date 5,8%," ucap Armida.

Angka inflasi pun hingga akhir tahun akan di bawah 6%, atau sesuai dengan target jangka menengah 5 plus minus 1%.

"We are on the right track, meskipun ada kendala yang harus kita selesaikan bersama," imbuhnya.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads