"Kita mau ke Taipei. Rencana akhir tahun ini," ujar President dan CEO Garuda Indonesia Emirsyah Satar saat ditemui di Marina Bay Sands, Singapura, Rabu (20/10/2010).
Begitupun dengan rencana dibukanya rute penerbangan baru ke China. Emir menilai rute tersebut memiliki potensi besar apalagi dengan diberlakukannya ASEAN-China Free Trade Agreement (AC-FTA).
"China karena kan free trade," jelasnya.
Selain ke Taipei dan China, lanjut Emir, pihaknya juga berencana membuka penerbangan harian ke Melbourne dan Sydney yang biasanya hanya 3 kali dalam seminggu.
"Kita rencanakan rute harian ke Melbourne, Sydney, yang tadinya 3 kali seminggu," jelasnya.
Sedangkan untuk merambah perjalanan ke Amerika Serikat, Emir menilai langkah tersebut bisa dikatakan masih panjang. Pasalnya, dia melihat pasar Amerika belum sebanyak pasar Eropa.
"San Fransisco iya, tapi masih lama (2014). Karena begini, kalau kita lihat penumpang Amerika-Indonesia, Eropa-Indonesia, itu lebih tinggi Eropa, walaupun orang Indonesia banyak ke Amerika tapi banyak juga yang ke Eropa. Jadi Amerika itu potensial market tapi bukan prioritas kami. Kita kan harus pastikan pasarnya itu," pungkasnya.
(nia/dnl)











































