"Sudah diberlakukan remunerasi. Dulu di Garuda itu, sama pintar sama goblok, bayarannya sama. Sekarang, setiap pimpinan itu harus tahu siapa anak buahnya yang top 20, average, dan bottom," ujarnya saat ditemui di Marina Bay Sands, Singapura, Rabu (20/10/2010).
Emir menyatakan saat ini, setiap pegawainya memiliki kartu kinerja sehingga bisa memudahkan penilaian pencapaian setiap pegawai.
"Jadi kita tahu mana yang sudah dicapai,jadi kita semaksimal mungkin kinerja itu berdasarkan kuantitatif," jelasnya.
Dengan diberlakukannya sistem tersebut maka para pegawai Garuda akan mendapatkan reward and punishment atas kinerja yang dilakukannya.
"Reward-nya bonus naik, punishment-nya fired (pecat), gaji," jelasnya.
Menurut Emir, jika sebuah perusahaan mau meningkatkan kinerjanya maka mereka harus membayar pegawainya berdasarkan apa yang mereka kerjakan.
"Kalau kita mau komit ke depan, kita harus membayar pegawai based on market. Makanya kita lakukan penyesuaian gaji bukan kenaikan gaji. Jadi kita benchmark, kita ambil consultant yang menilai kerjaannya di market ini berapa sih, kemudian kita compare, lalu kita adjust," tutupnya.
(nia/dnl)











































