Ekonomi RI Sehat, Pemerintah Tak Khawatir Dana Asing Lari

Ekonomi RI Sehat, Pemerintah Tak Khawatir Dana Asing Lari

- detikFinance
Rabu, 20 Okt 2010 20:20 WIB
Jakarta - Pemerintah mengungkapkan tidak khawatir dengan potensi terjadinya pembalikan modal asing besar-besaran (sudden reversal). Kesehatan ekonomi Indonesia masih mampu menahan efek dari arus dana asing yang masuk.

"Kita tahu ada capital inflow tetapi kita tidak perlu takut dengan adanya sudden reversal," ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo ketika ditemui di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/10/2010).

Agus mengakui capital inflow memang mengalir sangat deras, namun dirinya optimistis dengan kesehatan ekonomi Indonesia yang baik dapat menahan aliran modal tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jumlahnya memang cukup besar (inflow) tetapi kita melihat yang penting itu dari tingkat kesehatan ekonomi kita," jelasnya.

Agus mengungkapkan, kesehatan ekonomi tercermin dari BoP yang sehat, anggaran yang sehat serta kondisi perbankan yang juga mantap. "Posisi competitiveness nilai tukar juga semakin baik dan upaya kita terus memperbaiki infrastruktur juga baik," katanya.

"Kita lihat fiskal defisit kita rendah dimana tidak lebih dari 1,8% dan kita punya perbankan yang sehat sekali di mana tidak ada transaksi yang aneh-aneh. Modal juga mencapai 17% dengan tingkat NPL (kredit bermasalah) yang rendah," imbuh Agus.

Kemudian, Agus menerangkan pemerintah juga telah membuat berbagai terobosan untuk memperbaiki infrastruktur. "Ini menjadi poin penitng untuk membuat daya tahan kita menjadi lebih baik. Di samping itu ekspor juga memegang rekor yang baik," jelasnya.

Menurut Mantan Dirut Bank Mandiri tersebut, pemulihan di tingkat dunia tidak akan berlangsung cepat. Hal tersebut, sambung Agus membuat pemerintah telah mempersiapkan diri dengan baik.

"Jadi mungkin sampai akhir tahun depan baru pelan-pelan recovery (global) untuk itu kita telah mempersiapkan diri dengan baik dan waspada," tukasnya.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads