Demikian kata Presiden SBY dalam peringatan 50 tahun Agraria Nasional. Acara digelar oleh BPN di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/10/2010).
"Saya juga tidak terima bila BPN yang telah melakukan banyak pembenahan disebut tak pernah berbuat apa-apa. Tapi sadarilah, kadang adanya 1-2 kasus lalu digeneralisasi bahwa BPN lalai," kata SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program lain yang menurut SBY harus terus BPN giatkan adalah redistribusi lahan negara kepada masyarakat. Sehingga lahan yang terbengkalai atau yang berstatus sengketa itu dapat dimanfaatkan oleh warga sebagai sumber penghidupan.
"Capailah target sertifikasi tanah nasional. Saya tahu targetnya tinggi dan masalahnya kompleks, tapi tiap tahun harus ada hasil konkret yang rakyat rasakan. Yang tadinya tidak ada sertifikat, kini ada sertifikatnya," kata SBY.
Sesaat sebelumnya oleh Kepala BPN Joyo Winoto diserahkan sertifikat hak milik tanah kepada petani di empat desa di Cilacap. Luas lahan milik negara di sana yang kini jadi milik 5.041 kepala keluarga di sana adalah 254 hektar.
Secara nasional, luas tanah milik negara yang kepemilikannya diserahkan ke masyarakat kali ini mencapai 142.159 hektar. Sedangkan target yang BPN ingin capai hingga lima tahun ke depan sebesar 6 juta hektar lahan.
Hal lain yang tidak kalah penting bagi BPN, yaitu mendisiplinkan jajarannya yang masih saja sering dilaporkan menyalahgunakan wewenang dan jabatan. Mereka yang punya prestasi berhak mendapat penghargaan dan yang lalai wajib dijatuhi sanksi.
"Agar tidak rusak susu sebelanga karena nila yang setitik," tegas SBY.
(lh/dnl)










































