Hal ini disampaikan Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Herry Purnomo usai rapat dengan Komisi XI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (21/10/2010).
Ia menjelaskan, penerimaan negara termasuk hibah hingga 15 Oktober 2010 tercatat Rp 721,9 triliun. Ini setara dengan 72,7% dari target pada APBN-P 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, penerimaan pajak perdagangan internasional sudah mencapai 84,5% dari target, atau setara dengan Rp 19,072 triliun.
Untuk belanja negara, per 15 Oktober 2010 pemerintah mencatat penyerapan sebesar Rp 681,695 triliun atau baru mencapai 60,5% dari target yang ditetapkan dalam APBN-P 2010.
Ini terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 431,318 triliun atau 55,2% dari target, kemudian disusul belanja pegawai Rp 115,890 triliun atau 71,2% dari target.
Belanja negara lain diantaranya, belanja barang Rp 58,139 triliun (51,6% dari target), belanja modal Rp 36,089 triliun (38% dari target), dan pembayaran utang Rp 71,033 triliun (67,2% dari target).
Ia pun menambahkan, realisasi subsidi hingga 15 Oktober 2010 mencapai Rp 97,735 triliun, atau baru 48,6% dari target. Di dalamnya terdapat subsidi BBM Rp 47,622 triliun (53,6% dari target), subsidi listrik Rp 32,165 triliun (58,4% dari target), dan subsidi non energi Rp 17,948 triliun atau 31,3% dari target.
"Masih surplus karena penerimaan lebih besar dari belanja. Tahun kemarin penyerapan sampai 95%, Kalau triwulan IV tahun lalu sekitar 50%. Kalau sekarang sudah 60%, kan sekarang sudah masuk triwulan IV, jadi tinggal dihitung aja rata-ratanya," ucap Herry.
(wep/dnl)











































