Hal ini disampaikan oleh Penasihat Perhimpunan Waralaba Indonesia (Wali) Amir Karamoy saat dihubungi detikFinance, Jumat (22/10/2010).
"Mereka lagi ada masalah dengan keuangannya. Saya sih dikasih tahu dari anak buah di level manager," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Amir, berdirinya restoran makanan cepat saji milik Bambang Rachmadi setahun lalu itu disambut booming karena bersamaan dengan persiapan lebaran dan tahun baru sehingga permintaan tinggi. Namun berjalannya waktu permintaan mulai surut sesuai dengan ritme bisnis restoran.
"Saya kira masalahnya ketika Pak Bambang menyerahkan ke profesional. Profesional ini tak bisa melihat peluang yang ada," katanya.
Amir mengatakan masalah ini lebih karena profesional yg mengelola ToniJack's salah memperhitungkan siklus bisnis restoran fast food. Biasanya para pemain lain di bidang yang sama juga mengalami hal sama, namun diantisipasi dengan promo besar-besaran dan diskon yang menggiurkan.
"Tapi, naik turun dalam bisnis biasa," katanya.
Menurutnya, peluang ToniJack's bangkit lagi masih sangat terbuka. Perlu upaya perbaikan termasuk pergantian manajemen atau memperbaiki pengelolaan cash flow-nya (hen/dnl)











































