Pemprov Kaltim Juga Incar Blok Mahakam

Pemprov Kaltim Juga Incar Blok Mahakam

- detikFinance
Senin, 25 Okt 2010 11:54 WIB
Jakarta - Perebutan blok migas Mahakam kian memanas. Selain PT Pertamina (Persero), ternyata pemerintah provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) juga sudah menyatakan minatnya untuk memiliki saham di blok Mahakam yang kini dimiliki PT Total E&P Indonesie (TEPI) dan Inpex Corporation.

Kepala Humas dan Hubungan Kelembagaan, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Elan Biantoro mengungkapkan, pihaknya telah menerima surat resmi dari Pemprov Kaltim soal keinginan mereka ikut serta dalam pengelolaan blok migas yang masa kontraknya akan habis pada 2017 tersebut.

"Mereka ingin bergabung pada masa perpanjangan kontrak blok Mahakam nanti," ujar Elan saat dihubungi, Senin (25/10/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Elan mengaku tak bisa menyebutkan berapa persen kepemilikan saham yang diincar oleh Pemprov Kaltim tersebut. Namun BP Migas berjanji siap memfasilitasi keinginan Pemprov Kaltim asalkan ketiga syarat untuk ikut dalam pengelolaan lapangan migas bisa dipenuhi oleh Pemprov Kaltim.

"Pemda boleh saja sampai ketertarikan tersebut namun ada persyaratan yang harus dipenuhi seperti kemampuan finansial, kemampuan teknologi dan manajemen. Kalau mereka sudah siap, BP Migas akan mendorong Pemda melalui BUMD-nya untuk ikut terlibat dalam pengelolaan lapangan migas, demi mengakomodir kepentingan daerah," paparnya.

Namun, Elan menegaskan, keputusan soal keikutsertaan Pemprov Kaltim dalam pengelolaan blok migas tersebut berada ditangan Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh.

"Tapi keputusan itu bukan di kami, tapi di tangan Menteri ESDM," tambahnya.

Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) berkeinginan untuk masuk ke Blok Mahakam sebelum tahun 2017.Β  Untuk tahap awal, Pertamina mengincar 15-25 persen di blok yang dikelola oleh Total E & P Indonesie tersebut. Baru setelah 2017, Pertamina menjadi pemegang saham mayoritas dan menjadi operator di blok tersebut.

Keinginan Pertamina tersebut didukung penuh oleh Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh. Menurut dia, Pertamina memang harus didorong untuk masuk ke Blok Mahakam sebelum berakhirnya Production Sharing Contract (PSC) Total EP Indonesie pada 2017.

Pertamina dan Inpex sendiri tengah menjajaki pola pertukaran (swap) kepemilikan saham di Blok Mahakam yang dikelola Total Indonesie dengan blok migas yang dimiliki Pertamina.

Total E&P telah memiliki kontrak kerja Blok Mahakam sejak 31 Maret 1967. Kontrak itu akan berakhir pada 2017. Menurut data Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi, blok itu telah memproduksi 1,056 miliar barel minyak dan kondensat 12,7 triliun kaki kubik.

Total E&P telah mengeluarkan investasi US$ 13 miliar dengan pengeluaran US$ 19 miliar dan pendapatan bruto US$ 90 miliar. Bagi hasil untuk pemerintah senilai US$ 56 miliar selama 40 tahun. Blok Mahakam dikuasai oleh Total E&P 50 persen dan sisanya Inpex Corporation.

(epi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads