Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Agus Supriyanto saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (25/10/2010).
Menurut Agus, dalam roadmap subsidi energi, pemerintah telah merencanakan pengurangan subsidi hingga 2014. Hal tersebut juga masuk dalam komitmen pemerintah Indonesia dalam forum G20 untuk mengurangi subsidi energi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rata-rata TDL harus naik 15% setiap tahun," jelasnya.
Namun, Agus menyatakan pelaksanaan komitmen dan roadmap tersebut sangat sulit. Pasalnya, terdapat realitas politik di Indonesia yang menyulitkan pelaksanaannya.
"Komitmen sudah (ada), pelaksanaanya yang sulit. Realitas politiknya tidak mudah," ungkapnya.
Ketika ditanya mengenai tanggapan para anggota lain dalam forum G20, Agus menyatakan negara-negara lain maklum dengan kondisi tersebut. "Mereka paham, masalah politis itu sulit," ujarnya.
Menurut Agus, sebagai kompensasi dari tidak bisanya TDL dinaikkan tiap tahun maka PLN perlu melakukan efisiensi. "Ya tandanya, PLN harus melakukan efisiensi, ganti bahan bakar," tandasnya.
(nia/dnl)











































