Hal ini disampaikan oleh Pjs Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Agus Supriyanto saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/10/2010).
"Inflasi tahun depan tetap 5,3%. Saya lebih fokus ke core inflation (inflasi inti). Kalau volatile food itu hanya beberapa komoditi, tapi kalau inflasi inti bisa kita jaga di bawah 5%, itu sudah amanlah," ujarnya saat ditemui di DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (25/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Malah bisa menurunkan inflasi inti, itu kan masuk administrated price, core inflation sama administered price itu masih bisa dijaga," ujarnya.
Lain halnya dengan inflasi dari beberapa komoditas pangan yang harganya tidak bisa ditentukan pemerintah. Potensi inflasi dari pangan diperkirakan cukup besar mengingat harga pangan dunia masih tinggi.
"Tapi kalau sudah volatile food itu bisa dari imported inflation, karena sekarang kan harga-harga pangan di dunia meningkat, di dalam negeri juga masalah musiman, cuaca yang nggak kondusif," jelasnya.
Selain menjaga inflasi, Agus juga menyatakan pemerintah akan menjaga defisit anggaran 2011 pada angka 1,8%, naik 0,1% rencana awal akibat konsekuensi pertumbuhan ekonomi yang dinaikkan menjadi 6,4%.
"Defisit 1,8% itu sudah moderat sekali sesuai dengan kapasitas kita, itu kan konsekuensi dari pertumbuhan dinaikkan jadi 6,4%, defisitnya jadi nambah 0,1%, antara lain ya konsekuensinya seperti itu," tandasnya.
(nia/dnl)










































