Konsumsi Terigu Nasional Naik 8,8%

Konsumsi Terigu Nasional Naik 8,8%

- detikFinance
Selasa, 26 Okt 2010 14:50 WIB
Bogor - Konsumsi terigu nasional naik 8,8% sepanjang Januari-September 2010 dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Konsumsi naik dari 2,37 juta ton menjadi 2,93 juta ton.

"Sampai akhir tahun diperkirakan sampai 3,8 juta ton," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Terigu Indonesia (Aptindo) Ratna Sari Loppies di Kampus IPB, Bogor, Selasa (26/10/2010).

Ratna menuturkan rata-rata pertumbuhan konsumsi terigu nasional per tahun kurang lebih mencapai 6%. Khusus tahun ini, pertumbuhan konsumsi terigu secara fundamental ditopang oleh menggeliat industri mi instan dan biskuit, dan lain-lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Industri turunan terigu Indonesia berkembang pesat di Asia," katanya.

Kondisi ini lanjut Ratna akan berdampak pada tingkat importasi gandum. Diperkirakan impor gandum Indonesia akan menggeliat hingga 100% dalam waktu 10 tahun ke depan.

"Sekarang saja impor kita sudah 5 juta ton lebih," katanya.

Ia berharap pemerintah berperan aktif dalam mendorong produksi gandum tropis yang kini sudah dikembangkan oleh produsen terigu khususnya Bogasari. Jika berhasil, hal ini setidaknya bisa menopang kebutuhan gandum nasional.

Mengenai harga terigu sebagai salah produk turunan gandum, semenjak 18 September 2010 sudah naik rata-rata sebesar 2%. Kenaikan ini relatif masih di bawah kenaikan harga gandum dunia.

"Habis lebaran sudah naik 2%, padahal harga gandum sudah naik 60%," katanya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads