Sektor Properti Sulit Berkembang di Wilayah Rawan Bencana

Sektor Properti Sulit Berkembang di Wilayah Rawan Bencana

- detikFinance
Rabu, 27 Okt 2010 15:05 WIB
Jakarta - Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Teguh Satria mengatakan banyaknya bencana alam yang menimpa saat ini seperti banjir, gempa bumi, dan letusan gunung api tak mempengaruhi pasar sektor properti di Tanah Air.

Wilayah rawan bencana selama ini sudah dipetakan oleh para pengembangan sebagai lokasi yang tak potensial dari sisi pengembangan sektor properti di wilayah tersebut.

"Misalnya letusan Merapi, itu kan terjadinya di gunung, dia bukan pasar potensial properti. Termasuk Mentawai, tapi kalau itu terjadi di Jakarta, di Jogja, Padang itu baru mempengaruhi pasar properti," kata Teguh di sela-sela acara Rakerda REI di Hotel Nikko, Rabu (27/10/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Teguh, pada prinsipnya bencana bisa terjadi di mana saja. Meski ia mengakui terhadap daerah yang terkena bencana tentu akan ada pengaruhnya, namun secara umum tak mempengaruhi pasar properti nasional.

"Ambil contoh gempa di Jogja beberapa tahun lalu kemudian properti di sana turun karena daya beli masyarakat turun pasti terjadi. Kalau yang sekarang, kita boleh bilang itu daerah gunung atau Mentawai," katanya.

"Yang terjadi gempa di Padang tak mempengaruhi pasar properti di Jakarta," jelasnya.

(hen/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads