Demikian disampaikan Pakar Ekonomi Universitas Balikpapan, Dr Khairul Anam dalam Seminar bertajuk 'Peran Pemuda dalam Mendorong Demokratisasi Ekonomi' yang digelar PMII di Hotel Grand Tiga Mustika, Balikpapan, Rabu (27/10).
"Kita tahu, Blok Mahakam sejak tahun 1967 dikelola Total dan akan berakhir 2017 mendatang. Ini sebentuk penjajahan ekonomi. Dan penjajah itu selalu menerapkan politik pecah belah. Karena itu, kita harus waspada dan tak boleh terpancing, apalagi gontok-gontokan sendiri," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di luar itu, tambah Khairul, pejabat daerah sendiri, yakni antara Pemprov Kaltim dan Kabupaten Kutai Kartanegara, juga saling menyudutkan. Mereka malah asyik ribut bagi-bagi angka, padahal perjuangan daerah untuk bisa ikut mengelola blok itu belum berhasil.
"Kalau para para pejabat terus ribut seperti itu, bisa-bisa Blok Mahakam dikuasai lagi oleh Total. Kekayaan kita kabur lagi ke luar negeri," tegasnya.Β
(dnl/dnl)










































