Karet Pengaman Baru Tak Jamin Elpiji Anti Bocor

Karet Pengaman Baru Tak Jamin Elpiji Anti Bocor

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance
Kamis, 28 Okt 2010 11:23 WIB
Jakarta -

Penggantian karet pengaman atau rubber seal tabung elpiji dengan yang berwarna merah, belum menjamin elpiji jadi anti bocor. Kemungkinan bocor masih terjadi disebabkan praktik pengoplosan.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Mochamad Harun mengatakan, kebocoran elpiji masih bisa terjadi dan paling banyak disebabkan karena rusaknya bagian dalam valve akibat ditusuk atau dipaksakan ketika tabung dioplos.

"Penyebab kebocoran tidak hanya disebabkan oleh karet, karet pengaman atau rubber seal warna merah merupakan salah satu bagian pengaman yang mengikat antara valve dengan regulator. Kebocoran paling banyak disebabkan karena rusaknya bagian dalam valve akibat ditusuk atau dipaksakan ketika tabung dioplos, ini yang banyak terjadi," ujar Harun kepada detikFinance, Kamis (28/10/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Hasnul Arifin seorang Warga Sleman, Yogyakarta mengatakan dirinya pernah menemukan tabung elpiji 3 kg berkaret pengaman baru warna merah namun tetap bocor. Ini dialaminya saat dirinya melakukan isi ulang elpiji 3 kg.

"Saat isi ulang, saya mendapat tabung dengan karet baru berwarna merah, yang berarti tabung itu versi baru dari Pertamina. Namun, setelah saya pasang regulator, ternyata ada bunyi suara gas keluar dan sangat bau gas. Saya sudah coba pasang ulang regulatornya berkali-kali, namun tetap masih sama. Kemudian saya coba ganti karet pengamannya dengan karet yang terpasang pada tabung gas lama, ternyata gas tidak bocor lagi," ujarnya kepada detikFinance.

Setelah dia teliti, ternyata karet pengaman elpiji baru berwarna merah memiliki diameter lubang yang lebih besar dari karet lama berwarna hitam. Padahal, kata Hasnul, dia sudah menggunakan regulator ber-SNI.

Menanggapi hal ini, Harun mengatakan, karet pengaman dengan diameter besar biasanya dipakai untuk tabung elpiji 12 kg.

Selain itu, Harun mengungkapkan, penyebab lain kebocoran bisa juga dikarenakan regulator yang tidak bekerja dengan sempurna. "Sehingga meskipun rubber seal-nya baik masih juga terjadi kebocoran melalui regulator," tukas Harun.

(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads