Padahal kepercayaan konsumen secara global memperlihatkan kondisi penurunan, yang berarti di beberapa negara di belahan dunia lain menunjukkan hilangnya harapan konsumennya akan perbaikan ekonomi secara penuh.
Demikian hasil riset Nielsen yang disampaikan Managing Director Nielsen Catherine Eddy di Kantornya, Mayapada Tower, Sudirman, Jakarta, Kamis (28/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Angka 90 mengindikasikan hilangnya harapan konsumen di beberapa negara belahan dunia akan perbaikan ekonomi secara penuh," imbuh Catherine.
Menurutnya, level indeks kepercayaan konsumen di atas maupun di bawah 100 menunjukkan derajat optimisme dan pesimisme konsumen.
"Nilai 90 merefleksikan kenyataan bahwa sebagian besar konsumen di 53 negara tetap pesimistis tentang prospek pekerjaan, keuangan pribadi, dan kemampuan mereka membeli barang yang diinginkan," jelasnya.
Nielsen juga mencatat, berlawanan dengan pasar global konsumen di 14 negara bagian di Asia Pasifik masih optimistis dengan 8 negara mengalami peningkatan. Diantaranya, India (129), Thailand (117), Australia (118), Filipina (114), dan Singapura (113).
Persepsi akan prospek pekerjaan, lanjut Catherine juga menunjukkan tanda positif di sebagian besar negara di Asia Pasifik.
"Terutama Singapura dan Thailand di mana lebih dari 75% percaya bahwa prospek pekerjaan bagus. Untuk Indonesia hanya 61% merasa bahwa prospek pekerjaan bagus turun dari awal tahun yang sebesar 70%," ungkapnya.
Lebih jauh Catherine mengatakan, 81% pengguna internet yang disurvei di Indonesia percaya keadaan keuntungan pribadi mereka setahun mendatang bagus. Naik 4% dari awal tahun.
"Tidak hanya itu, lebih setengah pengguna online di Indonesia juga berpikir bahwa 12 bulan ke depan merupakan saat yang baik untuk membeli barang yang dibutuhkan," tukasnya.
(dru/dnl)










































