Nielsen: Optimisme Masyarakat RI Terhadap Ekonomi Sangat Tinggi

Nielsen: Optimisme Masyarakat RI Terhadap Ekonomi Sangat Tinggi

- detikFinance
Kamis, 28 Okt 2010 12:23 WIB
Jakarta - Lembaga Riset The Nielsen Company mengatakan, Indonesia termasuk salah satu negara yang mempunyai konsumen dengan tingkat optimisme yang tinggi terhadap kondisi perekonomian.

Padahal kepercayaan konsumen secara global memperlihatkan kondisi penurunan, yang berarti di beberapa negara di belahan dunia lain menunjukkan hilangnya harapan konsumennya akan perbaikan ekonomi secara penuh.

Demikian hasil riset Nielsen yang disampaikan Managing Director Nielsen Catherine Eddy di Kantornya, Mayapada Tower, Sudirman, Jakarta, Kamis (28/10/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Konsumen di Indonesia tetap optimistis di bulan September 2010 dengan indeks 115. Sementara itu secara global, setelah permulaan tahun yang baik dengan dua kuartal dalam peningkatan optimisme, kepercayaan konsumen global turun tiga angka ke 90," ujar Catherine.

"Angka 90 mengindikasikan hilangnya harapan konsumen di beberapa negara belahan dunia akan perbaikan ekonomi secara penuh," imbuh Catherine.

Menurutnya, level indeks kepercayaan konsumen di atas maupun di bawah 100 menunjukkan derajat optimisme dan pesimisme konsumen.

"Nilai 90 merefleksikan kenyataan bahwa sebagian besar konsumen di 53 negara tetap pesimistis tentang prospek pekerjaan, keuangan pribadi, dan kemampuan mereka membeli barang yang diinginkan," jelasnya.

Nielsen juga mencatat, berlawanan dengan pasar global konsumen di 14 negara bagian di Asia Pasifik masih optimistis dengan 8 negara mengalami peningkatan. Diantaranya, India (129), Thailand (117), Australia (118), Filipina (114), dan Singapura (113).

Persepsi akan prospek pekerjaan, lanjut Catherine juga menunjukkan tanda positif di sebagian besar negara di Asia Pasifik.

"Terutama Singapura dan Thailand di mana lebih dari 75% percaya bahwa prospek pekerjaan bagus. Untuk Indonesia hanya 61% merasa bahwa prospek pekerjaan bagus turun dari awal tahun yang sebesar 70%," ungkapnya.

Lebih jauh Catherine mengatakan, 81% pengguna internet yang disurvei di Indonesia percaya keadaan keuntungan pribadi mereka setahun mendatang bagus. Naik 4% dari awal tahun.

"Tidak hanya itu, lebih setengah pengguna online di Indonesia juga berpikir bahwa 12 bulan ke depan merupakan saat yang baik untuk membeli barang yang dibutuhkan," tukasnya.

(dru/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads