Demikian disampaikan Vice President, Policy, Government, and Public Affairs Chevron IndoAsia Business Unit, Yanto Sianipar saat dihubungi wartawan, Kamis (28/10/2010).
“Kita sudah melakukan penanggulangan awal sehingga kebocoran sudah dapat dihentikan. Saat ini perbaikan pipa bocor sedang berlangsung. Kami harapkan sore perbaikan pipa selesai dan operasi kembali normal,” jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jadi sumur masih hidup ditampung di station pengumpul di sana. Setelah pipa selesai baru kita kirim ke pelabuhan Dumai untuk proses pengapalan,” ungkapnya.
Yanto memastikan tidak ada korban jiwa dari kejadian ini. Tiga orang yang terkena dampak kebocoran pipa tersebut telah dilarikan ke klinik CPI di Bangko.
“Sekarang mereka sudah boleh pulang. Ada juga rumah penduduk terkena dampak kebocoran namun kita sudah melakukan pembersihan,” jelasnya.
Sementara itu, juru bicara Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), Elan Biantoro menyatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan investigasi untuk mencari tahu penyebab bocornya pipa tersebut.
“Kami masih investigasi. Mudah-mudahan nanti sore hasilnya sudah ada,” kata dia.
(epi/ang)











































