"Pabrik ini memerlukan teknologi yang tinggi maka kita masih memerlukan mereka. Dari posisi 2.000 orang hanya sekitar 100 orang dari Korea, kedepannya akan semakin kecil," kata Direktur Umum dan SDM PT Krakatau Posco Alugoro Mulyowahyudi di sela-sela acara ground breaking di Cilegon, Kamis (28/10/2010)
Alugoro menjelaskan, nantinya porsi tenaga Korea akan dikurangi hingga 50 orang saja pada saat pabrik tahap pertama akan beroperasi pada 2013. Para pekerja Korea ini, lanjut Alugoro hanya berada di level menengah atas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita maksimal mungkin warga sekitar Banten bisa bekerja, sehingga bisa merasakan dengan adanya Krakatau Posco bisa memberikan manfaat," jelasnya.
Rencana dari 6 direksi PT Krakatau Posco, hanya 2 orang yang berasal dari Krakatau Steel sedangkan 4 direksi lainnya diambil dari Posco. Sementara posisi Presiden Direktur akan diduduki dari manajemen Posco.
"Nanti tanggal 24 November 2010 akan ada RUPS," katanya.
Hari ini telah diresmikan peletakan batu pertama atau (ground breaking) pabrik PT Krakatau Posco di Kubangsari Cilegon. Pembangunan tahap pertama pabrik baja terintegrasi patungan KS dengan Posco akan menelan dana US$ 2,8 miliar akan selesai pada tahun 2013.
Pabrik tahap pertama ini meliputi pabrik blast furnace seluas 3800 meter persegi. Pabrik ini akan memproduksi slab, plate mill. Total kapasitas produksi pabrik tahap pertama mencapai 3 juta ton. Sementara pabrik kedua dimulai pembangunannya mulai 2014.
Jika pabrik pertama ini sudah beroperasi diperkirakan akan mendongkrak GDP Rp 22,7 triliun per tahun dan Indonesia akan menghemat FDR Rp 23 triliun yang ditekan dari subsitusi impor produk baja. Sementara output ekonomi nasional meningkat Rp 69,9 triliun per tahun, pendapatan pajak naik Rp 3 triliun.
(hen/ang)











































