Hal ini disampaikan oleh Dirjen Perbendaharaan Herry Purnomo saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Kamis (28/10/2010).
"Sampai 22 Oktober 2010, pembayaran bunga utang sudah 69% atau Rp 72,88 triliun dari target yang mencapai Rp 105,65 triliun," jelas Herry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain pembayaran utang, per 22 Oktober lalu, pemerintah telah membukukan pendapatan dan hibah sebesar Rp 734,08 triliun atau 74% dari target dalam APBN-P 2010. Dari jumlah tersebut, sektor perpajakan menyumbang Rp 548,298 triliun atau 73,8% dari target APBN-P 2010.
Sedangkan untuk realisasi belanja, sampai 22 Oktober belanja pemerintah pusat telah mencapai Rp 693,816 triliun atau 61,6% dari target APBN-P 2010. Lalu realisasi belanja pegawai mencapai Rp 116,989 triliun atau 71% dari target, belanja barang mencapai Rp 60,101 triliun atau 53,4% dari target, dan belanja modal Rp 37,51 triliun atau 39,5% dari target.
Penyerapan subsidi telah mencapai Rp 99,068 triliun atau 49,2%, yang terdiri dari pengucuran ke pengadaan listrik 58,4% dan ke Pertamina 54,8%.
Herry melanjutkan, untuk transfer daerah per 22 Oktober lalu telah mencapai Rp 252,546 triliun atau 73,3%. Pemerintah pun masih membukukan surplus sebesar Rp 40,26 triliun.
"Untuk surplus itu Rp 40,26 triliun, karena penerimaan cepat dan over. Jadi belum kelihatan penghematan di sini," tandasnya.
(nia/dnl)











































