Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah mengirimkan surat resmi kepada Otoritas Asahan yang berisi pengambil alihan PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum). Surat tersebut ditandatangani langsung oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar dan dikirimkan kepada Otorita Asahan pada Jumat 29 Oktober 2010 kemarin.
Demikian diungkapkan oleh Sekretaris Kementerian BUMN, Mahmudin Yasin di sela acara Media Workhsop Kementerian BUMN di Hotel Mason Pine, Padalarang, Bandung, Jumat malam (30/10/2010).
"Jumat sore kita sudah membuat surat untuk Otoritas Asahan tentang pengambilalihan PT Inalum. Pak Menteri teken suratnya di Bandara saat baru tiba dari Makassar," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inalum merupakan sebuah perusahaan patungan antara Indonesia dengan Jepang, yang bergerak dalam industri aluminium dengan kapasitas produksi sekitar 230.000-240.000 ton per tahun. Saham pemerintah di Inalum mencapai 41,13%. Sisanya sebesar 58,87% dikuasai Jepang.
Inalum juga satu-satunya perusahaan lokal yang bergerak di sektor produksi aluminium. Selama ini, hasil produksi Inalum sebagian besar dikirim ke Jepang, dan Indonesia sendiri harus mengimpor alumunium dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Sebelumnya, kementerian BUMN pernah mengungkapkan ada 4 BUMN yang disiapkan mengambil alih saham PT Inalum. Keempat BUMN itu PT Danareksa, Bahana Securitas, PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) dan PT Antam.
(dru/ang)











































