Demikian diungkapkan oleh Deputi Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik Kementerian BUMN Sumaryanto Widayatin dalam Media Workshop Kementerian BUMN di Hotel Mason Pine, Padalarang, Bandung, Sabtu (30/10/2010).
"Perluasan bandara Ngurah rai itu dilakukan melalui pembangunan terminal internasional seluas 129.000 ribu m2 yang akan mampu menampung 15 pack passanger," ujar Sumaryanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain pembangunan terminal baru, Sumaryanto mengatakan AP 1 juga akan memfasilitasi jalan keluar dari bandara Ngurah Rai. "Seperti kita ketahui bersama jalan keluar bandara ke pertigaan arah Nusa Dua dan Kota itu ditempuh selama 1,5 kilometer dalam satujam karena kemacetan. Maka dari itu kita akan usahakan memperbaikinya," jelas Sumaryanto.
Lebih jauh Sumaryanto mengatakan, nantinya jalan akses ke bandara akan menggunakan lahan yang dimiliki oleh AP 1, Pelindo dan Pemda Bali. "Jadi 1,5 km itu menggunakan lahan AP I kemudian 1,6 km menggunakan lahan Pelindo yang melintasi pelabuhan dan pesisir pantai yang bekerja sama dengan Pemda Bali," tukasnya.
Sebelumnya Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan kebutuhan investasi untuk perluasan Bandara Ngurah Rai yang dilakukan PT Angkasa Pura I sebesar Rp 1,944 triliun.
Dari total investasi Rp 1,944 triliun, sekitar Rp 1,2 triliun bersumber dari dana BUMN perbankan ditambah Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Setidaknya ada 3 bank yang terlibat, diantaranya Bank Mandiri, BNI, dan BRI. Sisa dana guna keperluan perluasan Bandara Ngurah Rai, PT AP I akan mengambil dari kas internal sebesar Rp 744 miliar.
(dru/ang)











































