Pemerintah Optimistis Dana Penanggulangan Bencana Disetujui DPR

Pemerintah Optimistis Dana Penanggulangan Bencana Disetujui DPR

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Sabtu, 30 Okt 2010 17:04 WIB
Jakarta - Pemerintah yakin tambahan dana siap pakai untuk penanggulangan bencana sebesar Rp 150 miliar, segera mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Saat ini pemerintah baru punya dana siap Rp 50 miliar.

"DPR saat mau reses sudah langsung memproses. Jadi untuk on call (dana siap pakai) diharapkan akan ada tambahan Rp 150 miliar dalam waktu dekat ini," ungkap Menteri Keuangan, Agus Martowardojo di kantornya, Jakarta, usai perayaan Hari Keuangan sabtu (30/10/2010).

Ia menegaskan, memang pemerintah baru memiliki dana siap pakai sebesar Rp 50 miliar. Itupun langsung telah masuk dalam anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sedangkan dana untuk 2011 ada Rp 3,9 triliun. Jadi kesiapan dari pemerintah untuk tanggap darurat sudah baik sekali," tegasnya.

Sementara itu, terkait rencana pemerintah untuk memasukkan dana penanggulangan bencana sebagai premi di konsorsium perusahaan asuransi, Agus menyatakan bahwa hal itu tidak dilakukan dalam waktu dekat.

Selain masih dalam tahap pengkajian di Badan Pengawas Perbankan dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), pemerintah juga menilai pembentukan asuransi di saat terjadi bencana, biayanya akan sangat mahal.

"Tidak bisa pada saat situasi sedang ada masalah, membentuk asuransi (bencana). Pasti yang ada cuma mahal saja. Untuk membentuk asuransi justru pada saat lagi tenang. Dalam kondisi normal baru pasang asuransi. Satu rasa kalau di prinsip asuransi, kita harus berjaga-jaga," terang Agus.

Saat ini, Kemenkeu juga tengah menggalang dana dan bantuan berupa pengumpulan pakaian bekas untuk korban bencana di Wasior, Pulau Mentawai dan Bromo. Agus pun telah mendelegasikan beberapa perwakilan untuk datang ke lokasi bencana tersebut.

"Besok kita kumpulin dari seluruh insan di Kementerian Keuangan, dalam program 'Kementerian Keuangan Perduli Ibu Pertiwi'," katanya.

Ia menambahkan, pihak kementerian juga akan mengumpulkan pakaian bekas layak pakai pegawai di Jajarannya. Dan selanjutnya, barang-barang akan disalurkan secara bertahap.

"Kesiapan dari pemerintah untuk tanggap darurat sudah baik sekali. Kita bisa lihat bahwa pimpinan negara juga langsung datang," ungkap Agus.

Saat ini pemerintah masih memfokuskan diri pada program penanggulangan bencana, khususnya akibat aktivitas gunung Merapi.

"Nanti kita rencanakan bersama setelah periode tanggap darurat, yaitu rehabilitasi. Saya masih mau dengar kajiannya. Tapi sekrang yang utama adalah tanggap darurat karena kita mendengar gunung merapi masih meledak. Jadi kita harus waspada," imbuh Agus.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads