Menko Kesra: BNPB Perlu Percepat Penyediaan Dana

Menko Kesra: BNPB Perlu Percepat Penyediaan Dana

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Sabtu, 30 Okt 2010 18:48 WIB
Menko Kesra: BNPB Perlu Percepat Penyediaan Dana
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencari terobosan dalam menyiapkan percepatan penyediaan dana, sehingga dapat lebih cepat menolong keselamatan para korban.

Menurutnya, salah satu cara penyediaan dana bagi korban bencana, dimungkinkan melalui pemberian santunan asuransi yang dikelola perusahaan asuransi.

“Saya membayangkan, jika sejak dulu kita menyelenggarakan asuransi bencana alam, maka penyediaan dana untuk membantu para korban dapat lebih cepat disediakan, tanpa melalui mekanisme birokrasi yang terkadang agak lambat," katanya dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Jakarta, Sabtu (30/10/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melalui lembaga jasa keuangan ini, diharapkan penyaluran dana yang berasal dari santunan asuransi untuk segera membantu para korban juga bisa lebih akurat. Pemerintah di Jepang, Taiwan dan Turki telah bekerja sama dengan lembaga asuransi dalam mengelola dana bantuan bagi para korban bencana alam.

Penetapan disaster risk governance di Indonesia, dapat dipahami sejauh mana jasa asuransi dapat berperan sebagai alat Pengurangan Risiko Bencana, dalam konteks ancaman geologis maupun konteks perubahan iklim dunia saat ini.

Dengan demikian semua pihak yang berkepentingan dengan risiko bencana baik secara langsung maupun tidak, diharapkan dapat bekerja lebih baik dan cepat, khususnya menyelamatkan nyawa manusia dan merehabilitasi kerusakan infrastruktur serta properti milik pemerintah dan warga.

Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi & tsunami Mentawai hingga  Sabtu (30/10) pukul 10.00 dilaporkan BNPB bertambah menjadi 413 orang. Korban tersebut berasal dari tujuh desa di empat kecamatan, dengan rincian 41 orang di Kecamatan Sipora Selatan, 154 orang di Pagai Selatan, 209 di Pagai Utara dan sembilan orang di Kecamatan Sikakap. Korban meninggal yang paling banyak berada di Dusun Sabeugunggung dan Munte, Desa Belumonga, Kecamatan Pagai Utara, masing-masing sebanyak 98 orang.

Sementara itu korban hilang dilaporkan sebanyak 303, dengan korban terbanyak berada di Dusun Sabeugunggung 160 orang. Korban luka berat sama dengan data sebelumnya yaitu 270 orang dan luka ringan bertambah 20 orang menjadi 162 orang.

Dalam pada itu dari data korban letusan Merapi yang diterima Pusdalops BNPB hingga hari ini Sabtu pukul 10.00 WIB, dilaporkan korban meninggal sebanyak 36 orang, dengan rincian 35 orang di Kabupaten Sleman (25 laki-laki dan 10 perempuan) serta di Kabupaten Magelang seorang bayi laki-laki meninggal akibat sesak nafas.

Sementara itu korban luka berat 17 orang dan luka ringan 12 orang di Kabupaten Sleman, 28 orang luka berat di Kabupaten Magelang serta dua orang luka berat di Kabupaten Klaten.  Pengungsi yang terdata hingga hari ini berjumlah 47.150 orang, dengan rincian Kabupaten Sleman 14.326 jiwa, Magelang 25.354 jiwa, Klaten 3.500 jiwa dan Kabupaten. Boyolali 3.970 jiwa.

Di Kab. Sleman, sebagian besar pengungsi berada di barak Hargobinangun, yaitu sebanyak 4.538 jiwa. Mereka masih membutuhkan perlengkapan mandi 5.000 set, pembalut wanita 3.000 bungkus, selimut 4.000 buah, matras 800 m2, dan susu bayi/balita. Sementara itu pengungsi  yang berada di Girikerto membutuhkan masker, sedangkan pengungsi di Umbulharjo, Wonokerto dan Gelagakharjo membutuhkan permakanan, susu bayi, perlengkapan mandi, selimut dan tikar

(ang/wep)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads