Investasi di Luar Jawa Semakin Bergairah

Investasi di Luar Jawa Semakin Bergairah

- detikFinance
Minggu, 31 Okt 2010 18:04 WIB
Jakarta - Aktivitas penanaman modal di luar Pulau Jawa semakin bergairah. Dari total realisasi investasi pada kuartal III-2010 sebesar Rp 56,7 triliun, sekitar 37,7% atau Rp 21,4 triliun telah ditanamkan di wilayah tersebut.

Angka ini meningkat sekitar 12,9 % jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 5,9 triliun.

"Penanaman investasi di luar Jawa umumnya masuk ke sektor perkebunan dan pertambangan," ujar Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) M Yusan dalam konferensi pers di Gedung BKPM, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (31/10/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peningkatan investasi di luar Jawa ini, lanjut Yusan, salah satunya didorong dengan adanya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 62 Tahun 2008 tentang Pemberian Fasilitas Pajak Penghasilan untuk Penanaman Modal di Bidang Usaha Tertentu atau di Daerah Tertentu yang diterbitkan 23 September 2008 lalu.

Dimana dalam PP itu disebutkan bidang-bidang usaha dan daerah-daerah tertentu akan mendapatkan pengurangan pajak penghasilan neto sebesar 30% selama enam tahun atau 5% per tahun.

"Insentif dalam PP ini kan, tidak berlaku bagi investor yang berinvestasi di Jawa" ungkapnya.

Selain menyoroti kenaikan nilai investasi di luar Pulau Jawa, Yusan juga menilai adanya peningkatan yang signifikan pada kontribusi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang saat ini sudah mencapai 29,3% atau sekitar Rp 16,6 triliun pada kuartal III-2010.

"Padahal kontribusi PMDN pada periode yang sama tahun lalu baru mencapai 22,7% dan tahun 2008 sebesar 13,2%," jelasnya.

BKPM mencatat pada kuartal III-2010, realisasi investasi dari dalam negeri didominasi oleh lima sektor yaitu sektor tanaman pangan dan perkebunan sebesar Rp 4,5 triliun dengan 76 proyek, 13 proyek di sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi senilai Rp 3,1 triliun, dan 34 proyek di sektor industri Makanan senilai Rp 2,8 triliun.

"Kemudian diikuti 20 proyek Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi Rp 1,4 triliun dan 33 proyek di bidang jasa Lainnya senilai Rp 1,1 triliun," jelasnya.

Realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) berdasarkan lokasi paling besar di Kalimantan Tengah Rp 2,8 triliun, DKI Jakarta Rp 2,5 triliun, Jawa Barat Rp 1,9 triliun, Kalimantan Timur Rp. 1,8 triliun dan Jawa Timur Rp. 1,8 triliun.

Sementara pada kuartal III-2010 ini, BKPM mencatat perolehan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 40,1 triliun dari total investasi pada periode tersebut sebesar  Rp 56,7 triliun.

Realisasi penanaman modal asing (PMA) berasal dari 33 proyek di bidang perumahan, kawasan industri dan perkantoran senilai US$ 0,8 miliar, 88 proyek di sektor pertambangan senilai US$ 0,7 miliar, 29 proyek di bidang transportasi, gudang dan telekomunikasi US$ 0,6 miliar.

Diikuti 67 proyek di sektor Industri Makanan US$ 0,4 miliar, serta 72 proyek di bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan senilai US$ 0,3 miliar.

Dari segi lokasi proyek, PMA masih terkonsentrasi di Pulau Jawa yaitu Banten US$1,3 miliar, DKI Jakarta US$0,08 miliar, Jawa Barat US$0,7 miliar, Jawa Timur sebesar US$0,4 miliardan Kalimantan Timur sebesar US$0,3 miliar.

Adapun realisasi penyerapan tenaga kerja Indonesia selama Triwulan III Tahun 2010 mencapai 246.622 orang yang terdiri dari proyek PMDN sebanyak 115.212 orang sedangkan untuk proyek PMA sebanyak 131.410 orang.


(epi/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads