Seafood RI Tembus Pasar Timteng Via Dubai

4th Seafood Expo

Seafood RI Tembus Pasar Timteng Via Dubai

- detikFinance
Minggu, 31 Okt 2010 18:41 WIB
Seafood RI Tembus Pasar Timteng Via Dubai
Dubai - Dicapai kesepakatan PT. Prima Bahari Inti Lestari untuk memasok 4 ton ikan kecil hidup ke Hotel Atlantis Group, Dubai. Selebihnya inquiry yang perlu ditindaklanjuti.

Demikian antara lain hasil-hasil dari partisipasi dua perusahaan eksportir seafood Indonesia, PT Prima Bahari Inti Lestari dan CV. Pasific Harvest, pada 4th Seafood Expo 2010 di Dubai, seperti dituturkan Konsul Jenderal RI Mansyur Pangeran kepada detikfinance (31/10/2010).

"Partisipasi dalam expo tersebut dalam upaya menembus pasar seafood Timur Tengah melalui Dubai," ujar Mansyur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seafood Expo selama tiga hari, 25-27/10/2010, dibuka oleh Direktur Eksekutif Kementerian Lingkungan dan Perairan Uni Emirat Arab (UEA), Dr. Mariam Al Shenai.

Selain Indonesia, tercatat partisipan lainnya dari Perancis, Jerman, Belanda, Norwegia, Rusia, Banglades, India, Cina, Kuwait, Malaysia, Thailand, Maroko, Myanmar, Srilangka, Saudi Arabia, UAE, dan Vietnam.

Besar

Seusai pembukaan Dr. Mariam Al Shenai meninjau paviliun peserta pameran termasuk paviliun Indonesia, diterima oleh Konjen RI Mansyur Pangeran, Counsellor Ekonomi KJRI Dubai Dede Ahmad Rifai dan delegasi Kementerian Kelautan dan Perikanan R.I (KKP).

Menurut Mansyur, minat mengimpor ikan dari Indonesia cukup besar, terlihat dari banyaknya para pengusaha mengunjungi paviliun Indonesia. "Mereka menanyakan jenis ikan yang diekspor Indonesia, negara tujuan ekspor, harga ikan, dan biaya serta cara pengangkutan ikan," papar Mansyur.

Penjelasan Lukito dari Prima Bahari Inti Lestari menyebutkan, ikan yang diekspor perusahaanya meliputi ikan bandeng, ikan tuna, dan cumi-cumi, dan perusahaannya telah mengekspor ikan ke Amerika Serikat, Eropa Barat, Cina dan Hongkong.

Prima Bahari Inti Lestari memperoleh inquiry cukup banyak dari para pengusaha pengunjung pameran dan diharapkan inquiry tersebut seusai pameran mendapatkan tindaklanjut yang konkrit.

Sementara CV Pasific Harvest yang mendapat order ikan kaleng sarden, menyatakan belum dapat memenuhi order tersebut. "Mengingat saat ini sampai lima bulan ke depan perusahaan kami tidak memiliki persediaan ikan sarden segar yang cukup," terang Hoyi He dari Pasific Harvest.

Peluang

Konjen RI Mansyur Pangeran menjelaskan, dengan berpartisipasi pada pameran internasional khusus seafood di Dubai, para pengusaha Indonesia mendapatkan peluang bertemu dengan para importir seafood dari berbagai negara Timur Tengah dan Eropa.

"Untuk menangkap peluang itu di masa mendatang kita harapkan jumlah pengusaha Indonesia yang berpartisipasi akan semakin besar," ujar Mansyur.

Lanjut Mansyur, selain pertemuan di tempat pameran, KJRI Dubai juga mengatur dan mendampingi delegasi Indonesia bertemu dengan Al Jazeera Investments Dubai, yang diwakili CEO Rashid Lootah dan Masoud Manla.

Dalam pertemuan di gedung Al Jazeera Investments, Masoud mengemukakan rencana perusahaannya untuk mengoperasikan beberapa pusat perbelanjaan di UAE, sehingga diperlukan berbagai macam barang, termasuk seafood.

Al Jazeera Investment yang baru saja berkunjung ke Jakarta dan menghadiri Trade Expo Indonesia di Kemayoran, merencanakan untuk mengimpor barang-barang tersebut dari berbagai negara termasuk Indonesia.

"Apabila harga dan kualitas seafood Indonesia memenuhi kriteria, Al Jazeera Investment akan mengimpor seafood dari Indonesia," demikian Masoud.

(es/es)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads