Negosiasi Inalum RI-Jepang Dimulai 5 November 2010

Negosiasi Inalum RI-Jepang Dimulai 5 November 2010

- detikFinance
Selasa, 02 Nov 2010 12:32 WIB
Jakarta - Negosiasi awal kelanjutan kerjasama Indonesia dengan Jepang dalam proyek Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) dijadwalkan 5 November 2010. Sayangnya, sampai saat ini Presiden SBY belum menetapkan secara resmi siapa yang akan menjadi ketua negosiator dari Indonesia.

"Rencananya tanggal 5 November akan dimulai pembicaraan awal, kalau jadi," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat di kantornya, Jakarta, Selasa (2/11/2010)

Pada Juni 2010 lalu MS Hidayat diminta secara lisan oleh Presiden SBY sebagai ketua negosiator Indonesia namun secara resmi Keputusan Presiden (Keppres) belum keluar. Hidayat masih membuka diri agar ada calon lain sebagai ketua negosiator Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia sendiri sudah mengusulkan melalui Menko Perekonomian Hatta Rajasa agar Menteri BUMN atau Menteri Keuangan dipertimbangkan menjadi ketua negosiator soal Inalum .

"Saya sendiri juga mengusulkan kepada pemerintah agar dipertimbangkan Menteri BUMN, Menteri Keuangan yang selain saya yang belum pernah dipertimbangkan. Mereka jadi alternatif untuk mengetuai tim Indonesia," katanya.

Ia juga membantah kalau langkah ini sebagai tindakan mundur dirinya sebagai calon negosiator. Menurut Hidayat dua orang tadi bisa menjadi alternatif di luar dirinya.

Seperti diketahui Inalum merupakan sebuah perusahaan patungan antara Indonesia dengan Jepang, yang bergerak dalam industri aluminium dengan kapasitas produksi sekitar 230.000-240.000 ton per tahun.

Pemerintah Indonesia menguasai kepemilikan sebesar 41,13% saham di perusahaan itu, sementara sisanya sebesar 58,87% dikuasai Jepang.

Inalum merupakan satu-satunya perusahaan lokal yang bergerak di sektor produksi aluminium. Selama ini, hasil produksi Inalum sebagian besar dikirim ke Jepang, dan Indonesia sendiri harus mengimpor alumunium dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Dari negosiasi dengan Jepang akan menentukan apakah PT Inalum setelah 2013 akan dikuasai oleh Indonesia seluruhnya atau porsi saham Jepang akan tetap ada di Inalum atau kerjasama akan terus dilanjutkan.

(hen/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads