"Rencananya tanggal 5 November akan dimulai pembicaraan awal, kalau jadi," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat di kantornya, Jakarta, Selasa (2/11/2010)
Pada Juni 2010 lalu MS Hidayat diminta secara lisan oleh Presiden SBY sebagai ketua negosiator Indonesia namun secara resmi Keputusan Presiden (Keppres) belum keluar. Hidayat masih membuka diri agar ada calon lain sebagai ketua negosiator Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sendiri juga mengusulkan kepada pemerintah agar dipertimbangkan Menteri BUMN, Menteri Keuangan yang selain saya yang belum pernah dipertimbangkan. Mereka jadi alternatif untuk mengetuai tim Indonesia," katanya.
Ia juga membantah kalau langkah ini sebagai tindakan mundur dirinya sebagai calon negosiator. Menurut Hidayat dua orang tadi bisa menjadi alternatif di luar dirinya.
Seperti diketahui Inalum merupakan sebuah perusahaan patungan antara Indonesia dengan Jepang, yang bergerak dalam industri aluminium dengan kapasitas produksi sekitar 230.000-240.000 ton per tahun.
Pemerintah Indonesia menguasai kepemilikan sebesar 41,13% saham di perusahaan itu, sementara sisanya sebesar 58,87% dikuasai Jepang.
Inalum merupakan satu-satunya perusahaan lokal yang bergerak di sektor produksi aluminium. Selama ini, hasil produksi Inalum sebagian besar dikirim ke Jepang, dan Indonesia sendiri harus mengimpor alumunium dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Dari negosiasi dengan Jepang akan menentukan apakah PT Inalum setelah 2013 akan dikuasai oleh Indonesia seluruhnya atau porsi saham Jepang akan tetap ada di Inalum atau kerjasama akan terus dilanjutkan.
(hen/dnl)










































