Hal ini disampaikan oleh Komisaris Utama Pertamina Sugiharto ketika ditemui di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (3/11/2010).
"Akuisisi ini adalah sebuah keniscayaan untuk Pertamina tumbuh jadi world class company, Pertamina harus berani go beyond it's portofolio," ujar Sugiharto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sugiharto mengatakan, lewat akuisisi ini, diharapkan produksi minyak Pertamina akan meningkat. Namun Sugiharto belum dapat berbicara banyak mengenai akuisisi ini karena semua proses masih dilakukan direksi.
Selain itu, Pertamina juga aan melakukan akuisisi lapangan-lapangan minyak di luar negeri. Ini dilakukan agar Pertamina perlahan tak lagi bergantung pada lapangan-lapangan minyak yang ada di Indonesia. "Karena sampai saat ini Pertamina masih melakukan impor BBM 300-400 ribu barel," jelas Sugiharto.
Pertamina merencanakan mengakuisisi lapangan minyak di beberapa negara seperti Irak, Libya, dan Angola. "Sehinggga minyak bisa dibawa ke dalam negeri untuk diolah di kilang Balongan, Balikpapan, Dumai, dijadikan BBM untuk dalam negeri," tutur Sugiharto.
Tahun ini untuk akuisisi, Pertamina telah menyiapkan dana sekitar Rp 26 triliun. Tujuan akuisisi yang dilakukan Pertamina adalah untuk meningkatkan cadangan dan produksi minyaknya.
(dnl/dro)











































