Acara ini didukung oleh Kementerian Koperasi Republik Indonesia, Kamar Dagang & Industri (KADIN) dan Asosiasi Waralaba & Lisensi Indonesia (WALI) dan akan menghadirkan para pemilik bisnis waralaba berlisensi dan peluang usaha yang telah dikenal di masyarakat luas yang sedang menawarkan peluang usahanya kepada para calon investor diseluruh Indonesia seperti Alfamart, Indo Maret, Yomart, Kimia Farma, Century Health Care, Cipaganti, Baba Rafi, Mister Baso, Sour Sally, dan lain-lain.
Communication Manager Panorama Convex Ella Haryanto mengatakan bisnis waralaba baik lokal maupun asing di Indonesia berkembang dengan sangat baik. Hal ini terlihat dari selalu adanya nama-nama baru yang muncul dan menawarkan peluang bisnisnya kepada para calon investor melalui pameran ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diharapkan tujuan utama kami untuk menjadikan acara ini sebagai barometer perkembangan industri waralaba di Indonesia dan tempat yang tepat untuk menemukan peluang bisnis bagi para calon investor akan terwujud," katanya melalui siaran pers yang dikutip detikFinance, Rabu (3/11/2010)
Sementara itu Project Manager Panorama Convex Viny menambahkan bahwa acara ini telah menjadi agenda rutin yang wajib dikunjungi oleh para calon investor yang sedang mencari peluang usaha.
"Untuk tahun ini kami optimistis menargetkan acara ini dapat dikunjungi oleh lebih dari 20 ribu orang pengunjung selama 3 hari penyelenggaraannya," katanya.
Dikatakannya berbeda dengan penyelenggaraan dari tahun sebelumnya, tahun 2010 dunia perbankan Bank Indonesia (BI) melalui IB Perbankan Syariah memberikan penawaran khusus Kredit kepemilikan modal kepada para investor yang kekurangan dana dalam membangun usahanya.
IB Perbankan Syariah akan mengajak beberapa Bank nasional berbasis syariah untuk memberikan penawaran khusus tersebut.
Hal lain yang terbaru pada pameran kali ini adalah Walt Disney Indonesia untuk pertama kali membuka kesempatan bagi pemilik modal di Indonesia untuk membeli lisensi mereka secara langsung sehingga para pengusaha dapat menggunakan karakter mereka pada produknya.
Di lain bidang ada Icecream Marimari yaitu salah satu waralaba Malaysia yang masuk ke Indonesia memberikan penawaran menarik bagi para investor berupa paket moko dengan investasi Rp 200 juta.
Di mana dengan penawaran investasi Rp 200 juta ini diberikan 2 pilihan usaha yaitu pertama pemilik modal dapat melakukan usaha sendiri dengan diberikan pelatihan yang cukup dan menjalankan usaha sendiri atau yang kedua dengan sistem jual balik yaitu pemilik modal hanya melakukan investasi namun yang menjalankan usaha adalah pihak Icecream Marimari dan investor tersebut akan menerima pendapatan Rp 10 juta/bulan selama 3 tahun.
Bagi pengunjung yang berminat menghadiri acara ini, biaya masuk pameran sebesar Rp. 50.000 per orang.
(hen/dnl)










































