Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar mengatakan, meskipun defisit perdagangan mencapai US$ 5 miliar, namun defisit tersebut terus menurun dibanding tahun lalu.
"Kita lihatlah, mungkin di kisaran US$ 5 miliaran, tapi ternyata sekarang saja sudah turun," ujarnya ketika ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (3/11/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan ini defisit berkurang karena ekspor kita lebih besar dàri pàda kenaikan impor kita, yang (ekspor) non migas," ujarnya.
Mahendra yakin dengan memperlebar hubungan kerjasama China dan Indonesia maka dapat mempersempit defisit neraca perdagangan.
"Kuncinya itu, memperlebar basisnya tidak hanya 1-2 sektor dan meningkatkan nilai tambahnya. Jadi kalau pertambangan, kita tidak semata-mata jual mentah tapi kepada proses," jelasnya.
Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), pada periode Januari-September 2010 defisit perdagangan Indonesia dengan China tercatat sebesar US$ 4,9 miliar dan untuk September saja tercatat sebesar US$ 228,5 juta.
(nia/dnl)











































