"Kenaikan ini karena kebutuhan, kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai kebutuhan air minum yang baik dan praktis," kata Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) Hendro Baroeno di kantor kementerian perindustrian, Jakarta, Kamis (4/11/2010).
Hendro mengatakan pasar air minum dalam kemasan di Indonesia masih akan sangat tumbuh. Pasalnya, tingkat konsumsi minuman dalam kemasan masyarakat Indonesia per kapita per tahun hanya 62 liter jauh dibawah negara tetangga seperti Thailand yang mencapai 100 liter per kapita per tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang masih menjadi leader pasar Aqua dengan 45%, sisanya 55% yang lainnya," katanya.
Menurutnya permintaan air minum dalam kemasan di Indonesia termasuk yang paling besar dibandingkan dengan negara-negara di Amerika maupun Eropa. Namun di Asia, khususnya China, pasar air minum kemasan sangat tinggi.
Dikatakannya dengan potensi pasar yang masih sangat besar, air minum kemasan masih bisa tumbuh terus meski persaingan tak dapat dielakan dan terisinya semua segmen pasar. Walaupun faktor daya beli masyarakat sangat menentukan.
"Soal bicara persaingan, semuanya sudah memenuhi segmen masing-masing dari atas sampai menengah bawah," katanya.
Perkembangan perusahaan air minum dalam kemasan di Indonesia relatif dinamis. Sepanjang tahun 2009-2010, Aspadin mencatat ada 10 perusahaan air minum kemasan ditutup atau diakuisisi.
(hen/qom)










































