Indonesia tercatat hanya berada di peringkat ke-121 dalam hal kemudahan berbisnis untuk wiraswasta lokal berdasarkan pemeringkatan 'Doing Business 2011'. Peringkat ini berarti turun, karena untuk 'Doing Business 2010', Indonesia ada di peringkat 115.
Dari 9 penilaian 'Doing Business 2011', Indonesia tercatat mengalami penurunan paling buruk dari sisi akses kredit. Sementara poin yang membaik adalah permulaan bisnis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peringkat pertama masih diduduki oleh Singapura, yang dinilai paling ramah untuk berbisnis UKM. Posisi juru kunci diduduki oleh Chad. Dua negara lain yang berada dalam posisi terbawah adalah Republik Afrika Tengah dan Burundi.
Sedangkan China tercatat berada di peringkat ke 79, hampir sama dengan Vietnam dan Timor Timur. Namun ketiga negara ini termasuk negara-negara yang mengalami perbaikan paling signifikan dalam 5 tahun terakhir.
Laporan ini membuat pemeringkatan dari 1 hingga 183, berdasarkan peringkat indeks kemudahan berbisnis, yang berarti semakin bagus peringkatnya, maka perusahaan lokal semakin mudah untuk memulai usaha dan beroperasi.
Peringkat dibuat berdasarkan 9 topik yang dibuat dari berbagai indikator. 'Doing Business 2011' ini meliputi periode Juni 2009 hingga Mei 2010. Sembilan indikator itu adalah: Permulaan bisnis, berkaitan dengan izin konstruksi, pendaftaran properti, akses kredit, perlindungan investor, pembayaran pajak, perdagangan lintas batas, pelaksanaan kontrak dan penutupan bisnis.
Dalam 5 tahun terakhir, sekitar 85 persen dari negara-negara dunia telah mempermudah para wirausahawan lokal untuk beroperasi, melalui perbaikan terhadap 1.511 aturan. Doing Business 2011 merupakan perhitungan baru untuk menunjukkan seberapa besar regulasi bisnis telah berubah di 174 negara sejak 2005.
China dan India masuk dalam jajaran 40 negara yang mengalami perbaikan paling besar. Diantara 30 negara yang mengalami perbaikan paling besar, sepertiganya berasal dari sub sahara Afrika.
Secara keseluruhan di dunia, lebih dari setengah regulasi telah berubah dalam 5 tahun terakhir sehingga mempermudah permulaan bisnis, perdagangan dan pembayaran pajak. Beberapa perbaikan melibatkan teknologi baru.
"Teknlogi baru mendukung penerapan aturan terbaik di seluruh dunia. Teknologi membuat kepatuhan lebih mudah, mengurangi biaya dan lebih transparan," ujar Janamitra Devan, Vice Presiden Financial and Private Sector Development.
Perbandingan peringkat Doing Business 2011 untuk wirausahawan lokal diantara negara-negara ASEAN adalah:
- Singapura: 1
- Thailand: 19
- Malaysia: 21
- Vietnam: 78
- Brunei Darussalam: 112
- Indonesia: 121
- Kamboja: 147
- Filipina: 148.
Peringkat 5 besar terbaik dalam Doing Business 2011 adalah: Singapura, Hong Kong, Selandia Baru, Inggris dan AS.
(qom/dnl)











































